Napoleon Minta Ketua Kamar Tahanan Tukar Gembok Sel Kece untuk Melakukan Penganiayaan

Napoleon lantas melumuri wajah dan badan Kece dengan kotoran manusia tersebut. Menyusul kemudian pemukulan hingga babak belur.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Napoleon Minta Ketua Kamar Tahanan Tukar Gembok Sel Kece untuk Melakukan Penganiayaan
Begini Tampang M Kace Usai Dihajar Irjen Napoleon karena Hina Islam. Twitter @UmarChelsea_75. ©2021 Merdeka.com

Terpidana suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra, Napoleon Bonaparte menganiaya tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu menukar gembok sel dihuni Kece untuk melakukan penganiayaan.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, Napoleon memerintahkan ketua kamar tahanan berinisial H, yang disebut sebagai Ketua RT untuk menukar gembok tersebut.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," kata Andi saat dikonfirmasi, Senin (20/9).

Hasilnya, kata Andi, Napoleon pun akhirnya dapat menyelinap masuk ke dalam kamar tahanan Kece. Sesuai pantauan CCTV, dia masuk bersama tiga tahanan lainnya sekitar pukul 00.30 WIB.

"Satu orang saksi napi lainnya kemudian disuruh mengambil plastik putih ke kamar NB yang kemudian diketahui berisi tinja," ujar dia.

Napoleon lantas melumuri wajah dan badan Kece dengan kotoran manusia tersebut. Menyusul kemudian pemukulan hingga babak belur.

"Dari bukti CCTV tercatat pukul 01.30 WIB, NB dan tiga napi lainnya meninggalkan kamar sel korban," Andi menandaskan.

Diketahui, empat pejaga lapas rumah tahanan Bareskrim Polri diperiksa untuk mendalami terkait penyebab sehingga insiden penganiayaan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap tersangka peninstaan agama Muhammad Kece bisa terjadi.

"Ini yang kita dalami juga, makanya 4 penjaga tahanan akan kita periksa. Nanti disana kita akan mengetahui seperti apa kejadiannya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, kepada wartawan Senin (20/9).

Pemeriksaan kepada para penjaga lapas itu dilakukan, untuk mendalami terkait dugaan adanya pengaruh Irjen Napoleon yang masih merasa seperti seorang atasan kepada para penjaga lapas.

Di mana diketahui jika penganiayaan yang dialami Muhammad Kece oleh Mantan Kadiv Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter), Irjen Napoleon terjadi di dalam lapas.

"Di sisi lain yang bersangkutan juga masih merasa sebagai atasan ini, dengan seorang bawahan yang sedang menjaga tahanan. Nanti kita pertanyakan ke sana," kata Argo.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Rekomendasi