MUI Tegaskan Hewan Bergejala Ringan PMK Sah untuk Kurban

Jumat, 1 Juli 2022 22:33 Reporter : Eko Prasetya
MUI Tegaskan Hewan Bergejala Ringan PMK Sah untuk Kurban Penjualan Hewan Kurban di Cipulir. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan telah ada fatwa terkait pelaksanaan ibadah kurban saat wabah penyakit mulut dan kuku yang memuat beberapa hal termasuk hewan kurban bergejala klinis ringan sah untuk kurban.

Dalam diskusi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diikuti di Jakarta, Jumat, Amirsyah menjelaskan bahwa MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Dalam fatwa itu setidaknya ada empat hal yang perlu kita identifikasi terkait PMK ini," ujar Amirsyah, dilansir Antara, Jumat (1/7).

Dia menjelaskan berdasarkan fatwa tersebut, hewan kurban dianggap sah jika dalam keadaan yang sehat dan berada dalam keadaan terbaik. Namun, jika ada yang memperlihatkan gejala klinis ringan dilihat dari kondisi kaki dan mulut dari hewan itu maka masih diperbolehkan untuk kurban.

"Intinya gejalanya masih ringan, itu masih boleh, sah untuk kurban," tuturnya.

Tetapi ketika hewan mulai memperlihatkan gejala berat seperti kurus, tidak memiliki nafsu maka dan tidak bisa berdiri maka tidak boleh jadi kurban. Selain itu, jika hewan kurban tersebut sakit tapi diberikan vaksin dan kemudian sembuh dalam rentang 10-13 Dzulhijah atau Hari Tasyrik maka dinyatakan sebagai kurban yang sah.

"Jadi tadinya sudah sakit tapi ketika diobati dia sembuh, sah untuk kurban. Sebaliknya, kalau tidak sembuh maka tidak boleh," demikian Amirsyah Tambunan.

Tetapi ketika hewan ternak yang sakit kemudian sembuh di luar Hari Tasyrik maka tidak sah sebagai hewan kurban dan menjadi sedekah biasa.

Baca juga:
Kenali PMK, Penyakit Mulut dan Kuku yang Menyerang Hewan Kurban
Antisipasi PMK, Pemkab Gresik Jelaskan Pedoman Sembelih Hewan Kurban agar Aman
Ganjar Adopsi Program Penanganan Covid-19 untuk Redam Penyebaran PMK di Jateng
Stok Daging Dipastikan Aman Hingga Akhir Juli Meski PMK Meluas
Banyak Sapi di Tangsel Tertular PMK, tapi Mayoritas Vaksin Disuntik ke Kambing
Wagub DKI Ungkap Upaya Memastikan Hewan Kurban Masuk Jakarta Bebas PMK

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini