Muhammadiyah dan NU harap Tuti jadi TKI terakhir yang dieksekusi Saudi

Rabu, 31 Oktober 2018 22:47 Reporter : Ahda Bayhaqi
Muhammadiyah dan NU harap Tuti jadi TKI terakhir yang dieksekusi Saudi keluarga Tuti korban eksekusi mati di Arab Saudi. ©Dok. PWNI Kemenlu RI

Merdeka.com - Muhammadiyah dan NU harap Tuti jadi TKI terakhir yang dieksekusi Saudi

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mengecam eksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahuan kepada Indonesia. Kedua ormas Islam terbesar itu berharap Tenaga Kerja Indonesia asal Majalengka itu menjadi korban eksekusi mati terakhir.

"Kita berharap ini yang terakhir dan tidak boleh terjadi lagi," ujar Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai pertemuan Muhammadiyah dan NU di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

Dia berharap pemerintah Arab Saudi bisa memahami kecaman masyarakat Indonesia. Apalagi Indonesia dan Saudi memiliki hubungan dalam Dunia Islam dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Saya yakin pemerintah Arab yang sama-sama masuk dalam OKI dan Dunia Islam tentu perlu memahami betul dan menjadikan aspirasi dan keprihatinan ini sebagai hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan tidak terjadi lagi," kata Haedar.

Ketua Umum PBNU Said Aqil mengatakan masih ada 13 WNI yang bakal dieksekusi. Dia harap Saudi menghentikannya. Karena itu pihaknya mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk mencari solusi.

"Kami tadi sudah menyampaikan surat kepada Presiden tembusannya kepada Menteri Tenaga kerja dan Kemenlu," ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi Senin lalu mengeksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati asal Majalengka, Jawa Barat di Kota Thaif.

Eksekusi itu dilakukan tanpa pemberitahuan kepada perwakilan Republik Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan dirinya sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir untuk memprotes eksekusi mati TKI Tuti.

"Setelah menerima kabar itu saya langsung menghubungi menlu Saudi. Saya sampaikan protes dan concern kita yang sangat mendalam," kata Menlu Retno di sela acara Our Ocean Conference di Bali, Selasa (30/10).

Menlu menambahkan, dirinya juga sudah berbicara dengan duta besar Arab Saudi untuk Indonesia mengenai hal ini. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini