Momen Kapal TNI Kejar-kejaran Penyelundup Puluhan Kg Sabu dari Malaysia, Pelaku Melawan Menabrakkan Speedboat

Pelaku melakukan perlawanan dengan menabrak kapal TNI, akhirnya terjadi kejar-kejaran selama hampir satu jam lebih.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Momen Kapal TNI Kejar-kejaran Penyelundup Puluhan Kg Sabu dari Malaysia, Pelaku Melawan Menabrakkan Speedboat
Momen Kapal TNI Kejar-kejaran Penyelundup Puluhan Kg Sabu dari Malaysia, Pelaku Melawan Menabrakkan Speedboat (Merdeka.com)

Personel TNI Angkatan Laut dari markas Lanal Dumai menggagalkan peredaran 44 bungkus narkotika jenis sabu atau 48,5 Kg. Serbuk itu gagal masuk ke Indonesia yang dibawa dari arah Malaysia.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris mengatakan awalnya tim mendapat informasi terkait adanya narkoba yang akan masuk ke Kota Dumai, Riau. Tak ayal, pesonel TNI AL langsung bergerak.

Haris mengerahkan tim gabungan terdiri dari 13 personel tim laut dan 7 personel tim darat. Tim itu berhasil mendeteksi dan mengejar speedboat yang membawa narkotika saat masuk.

Tim melihat sebuah kapal speedboat mencurigakan di laut, lalu petugas mengejar kapal tersebut. Pelaku melakukan perlawanan dengan menabrak kapal TNI, akhirnya terjadi kejar-kejaran selama hampir satu jam lebih.

Tim akhirnya menemukan kapal pelaku, saat digeledah ternyata pelaku sudah melarikan diri. Namun, sabu yang dibuang ke laut ditemukan, kapal speedboat yang digunakan pelaku bisa ditemukan di perairan Kuala Parit Paman Tanjung Palas.

"Tim menemukan 2 buah tas ransel berwarna hitam. Tas itu berisi sabu 48,5 kilogram di sekitar perairan Kuala Parit Paman Tanjung Palas, Dumai Timur," kata Haris, Rabu (11/6).

Kapal TNI Kejar-kejaran Penyelundup Puluhan Kg Sabu dari Malaysia
Kapal TNI Kejar-kejaran Penyelundup Puluhan Kg Sabu dari Malaysia merdeka.com

Barang Bukti Disita

Haris menyebutkan, dari hasil pengujian kandungan pakai narkotest menunjukkan bahwa seluruh barang bukti dinyatakan mengandung narkotika jenis sabu. Bahkan beratnya fantastis mencapai 48,54 kilogram.

"Penyelundupan narkotika ini bisa menyelamatkan 242.700 jiwa dengan nilai Rp72 miliar lebih. Untuk penggagalan disebut implementasi nyata program Asta Cita Presiden, yaitu Berantas Peredaran Narkoba," tegas Haris.

Haris mengatakan TNI AL Dumai akan terus meningkatkan kegiatan patroli. Termasuk penindakan di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia dalam upaya mencegah penyelundupan narkotika.

"Kami masih mengejar para pelaku. Lanal Dumai berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan penindakan untuk mencegah segela bentuk aksi penyelundupan narkoba di wilayah perairan Dumai," pungkas Haris.

Rekomendasi