Moeldoko: Tak Ada Toleransi Kelompok Teroris Poso Ali Kalora, Habisin!
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan aparat menghabisi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora. Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi tak menoleransi segala bentuk aksi teror di tanah air.
"Ya, habisin dong," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (3/1).
Moeldoko mengatakan, tugas pemerintah memberikan rasa aman bagi warganya. Oleh sebab itu, menurut dia, pemerintah tak memberikan toleransi bagi siapapun mengganggu keamanan negara.
"Ya enggak ada toleransi, enak aja, gimana. Tugas negara kan menciptakan rasa aman, kalau ada yang mengganggu ya harus dihabisin," kata dia.
Dia mengungkapkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan melakukan langkah-langkah taktikal yang lebih untuk menghadapi kelompok Ali Kalora. Terlebih, kata Moeldoko, Presiden Jokowi menekankan perlunya evaluasi terakhir operasi militer menghadapi kelompok Ali Kalora.
"Ya kemarin ada sebuah diskusi antara Presiden dengan Kapolri, waktu kita lagi makan di Lampung, kemarin. Saya pikir Kapolri akan melakukan langkah-langkah taktikal yang lebih untuk menghadapi situasi ini," kata Moeldoko.
Moeldoko mengaku tak mudah menghadapi aksi mantan anak buah Santoso alias Abu Wardah itu. Menurut dia, medan yang sulit menjadi penyebab memburu kelompok ini.
"Saya kan waktu Panglima TNI, kan kita lakukan operasi gabungan, karena memang medannya itu, gunungnya bersaf-saf. Jadi memang bagi kepolisian agak enggak gampang. Waktu itu kita mainkan TNI, karena memang itu, menurut saya, area operasinya TNI," tandasnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian ditembaki orang tak dikenal saat sedang mengevakuasi jasad warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng pada Senin 31 Desember 2018. Pelaku diyakini sebagai kelompok teroris Poso pimpinan Ali Kalora.
Saat itu, dua anggota yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso terpaksa turun dari kendaraannya lantaran jalan yang dilalui terhalang kayu dan ranting pohon. Namun saat menyingkirkan kayu-kayu tersebut, keduanya ditembaki dari arah belakang.
Kontak tembak antara petugas kepolisian dan kelompok teroris pun tak terhindarkan. Setelah berjibaku dengan hujan peluru selama sekitar 30 menit, kedua anggota yang mengalami luka tembak akhirnya berhasil dievakuasi.
Polri menduga, warga sipil berinisial RB alias A (34) yang kepalanya ditemukan terpotong di atas jembatan Dusun Salubase sengaja dimutilasi untuk memancing kedatangan aparat kepolisian dan selanjutnya dijadikan sasaran tembak.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya