Modus Praktik Paranormal, Jumiati Kuras Empat ATM Korban

Minggu, 1 September 2019 22:30 Reporter : Darmadi Sasongko
Modus Praktik Paranormal, Jumiati Kuras Empat ATM Korban Uang Rupiah dan Dollar. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Lewat modus praktik paranormal, Jumiati (37) berhasil memperdayai dan menguras isi empat ATM milik korbannya. Akibat kejadian tersebut, dua saudara kandung yang menjadi korban, Alvio Nita Putri D dan Ardita Putri D mengalami kerugian hampir Rp53 juta.

Kejadian bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang dikirimkan oleh pelaku kepada kedua calon korban. Isi pesan yang dikirim Senin (24/6) itu menyatakan kalau korban terkena guna-guna dan santet dari seseorang.

"Korban datang kepada pelaku dan diajak melakukan ritual. Ketika melakukan ritual, korban diharuskan mengeluarkan isi dompetnya, termasuk ATM," kata AKP Ainun Djariyah, Kasubag Polres Malang, Minggu (1/9).

Dompet berikut ATM diminta untuk dimasukkan dalam tas plastik dan ditaburi bunga setaman. Berdalih sebagai syarat ritual, bungkusan itu pun hanya boleh dibuka oleh pelaku.

"Oleh korban tas plastik berisi ATM dan dompet disimpan dalam jok sepeda motor. Tetapi kemudian, sepeda motor tersebut dipinjam oleh pelaku," tegasnya.

Selanjutnya, pelaku mengambil ATM dalam kantong plastik yang berada di dalam jok sepeda motor. Pelaku pun menguras isi empat ATM tersebut tanpa sepengetahuan korban.

Pelaku mengetahui nomor kode rahasia (PIN) ATM tersebut, ketika korban diminta membacakan SMS dalam HP-nya. Saat itu pelaku membuka kontak bertuliskan PIN empat ATM milik korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp52.964.500.- (Lima Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Empat Ribu Lima Ratus Rupiah). Korban dengan didampingi keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singosari Polres Malang.

Unit Reskrim Polsek Singosari Polres Malang menangkap pelaku di tempat persembunyian di wilayah Kecamatan Lawang. Pelaku digelandang guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan kasusnya.

Tersangka dijerat Pasal 30 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE). Pelaku juga dijerat Pasal 378 tentang Penipuan juncto Pasal 362 tentang penipuan KUH Pidana. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan
  2. Mistis
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini