Mitra Pengemudi Grab Keluhkan Perubahan Skema Kerja Sama

Rabu, 6 November 2019 22:13 Reporter : Ya'cob Billiocta
Mitra Pengemudi Grab Keluhkan Perubahan Skema Kerja Sama Booth Grab di Bandara Soekarno-Hatta. ©2017 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Mitra pengemudi Grab mengeluhkan perubahan skema kerja sama baru yang diberlakukan oleh aplikator. Skema tersebut meliputi aturan jam operasional sama dan bonus. Salah satu mitra pengemudi menilai perubahan skema dilakukan setelah dibentuknya SGC (Sahabat Grab Club).

Dia kemudian melaporkan persoalan tersebut ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Juru Bicara KPPU Guntur Saragih menyatakan bahwa pihaknya harus mengadakan pemeriksaan dulu terhadap pelaporan tersebut.

"Berdasarkan Peraturan KPPU Nomor 3 Tahun 2019, perkara kemitraan tidak akan dipublikasikan sebelum memasuki agenda persidangan," kata Guntur dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (6/11).

Berdasarkan aturan itu, sebelum masuk ke pemeriksaan lanjutan hingga jatuhnya putusan pengenaan sanksi, KPPU akan memberikan peringatan sebanyak maksimal tiga kali kepada pelaku usaha untuk melakukan perubahan perilaku.

Masing-masing antara peringatan I, II dan III diberikan jeda waktu 14 hari. Bila telah masuk akhir masa waktu peringatan ketiga, maka kesempatan pelaku usaha untuk melakukan perubahan perilaku akan gugur.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari aplikator terkait persoalan tersebut. Sementara itu dalam laporannya, pelapor menjelaskan terkait perubahan jam operasional.

"Bagi mitra pengemudi individu yang ingin bergabung ke dalam SGC, jam operasional mereka maka berubah dari semula mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB menjadi selama 24 jam," tulis pelapor.

Selain beroperasi 24 jam, pengemudi diharuskan membeli paket benefit berupa CCTV yang dipasang di dalam mobil dengan kamera menghadap depan belakang dengan cicilan Rp10.000 per hari, asuransi dengan cicilan Rp7.000 per hari, serta URC (unit reaksi cepat) Rp4.400. Adapun total yang harus dibayar otomatis dipotong setiap hari, berdasarkan link pendaftaran yang dipilih.

Masih berdasarkan laporan yang sama, tercantum pula potongan tambahan sebesar Rp2.000 per trip yang akan dialokasikan untuk asuransi pengemudi. Jadi, seandainya minimal dalam sebulan pengemudi dapat mencapai 350 trip, maka dalam kurun waktu itu potongan penghasilan mitra menjadi Rp700.000 per bulan. Namun pengemudi mengeluhkan tidak mendapatkan bukti pembayaran premi dan polis yang dibayarkan atau dipotong setiap mendapatkan penumpang.

"Kami harapkan KPPU dapat menindaklanjuti laporan ini segera, karena berhubungan dengan kesejahteraan pengemudi," terang pelapor. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini