Misteri Kematian Wanita Hamil di Penginapan Mulai Terungkap, Dibunuh Selingkuhan Usai Sempat Antar Suami
Polisi masih mendalami kasus pembunuhan wanita muda inisial AN (22), di kamar penginapan di Palembang.
Polisi masih mendalami kasus pembunuhan wanita muda inisial AN (22), di kamar penginapan di Palembang. Pelaku diduga tak lain adalah selingkuhannya.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengungkapkan, korban dan pelaku datang ke penginapan, Sabtu (11/10) pukul 16.00 WIB. Korban mengenakan jilbab warna pink dan pelaku memakai masker.
Dari rekaman CCTV, mereka nampak melakukan pembayaran menginap di meja kasir. Dua jam kemudian pelaku meninggalkan lokasi dan mengunci kamar penginapan.
"Ini baru pemeriksaan awal," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Senin (13/10).
Dari keterangan, korban sempat mengantar suaminya menggunakan sepeda motor. Lalu dia menuju penginapan untuk bertemu pria diduga selingkuhannya.
"Korban bertemu dengan pelaku tanpa sepengetahuan suaminya," kata Harryo.
Dalam kasus ini, polisi menemukan beberapa tindak pidana, yakni pembunuhan, penganiayaan, tindakan seksual, dan pencurian dengan kekerasan. Pencurian yang dimaksud adalah sepeda motor yang dibawa korban menuju TKP.
"Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap agar kasusnya terungkap," kata Harryo.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita muda inisial AN (22) ditemukan tewas di kamar hotel dengan tangan terikat dan mulut disumpal. Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan.
Korban ditemukan di kamar sebuah penginapan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, Minggu (12/10). Tangannya terikat jilbabnya sendiri dan mulut disumpal dengan manset miliknya.
"Korban tewas di kamar penginapan," ungkap Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Muhammad Ismail, Senin (13/9).
Ismail menyebut penyidik masih mendalami rekaman CCTV saat korban datang dan rekaman lain di sekitar penginapan. Dari rekaman terlihat korban datang bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
"Masih lidik, kita kejar saksi kunci itu terlebig dahulu," kata Ismail.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan, korban diduga tewas akibat kekerasan. Selain tangan terikat dan mulut disempal, terdapat luka memar di mata dan lehernya.
"Korban juga sedang hamil muda. Penyumpatan pada mulut kemungkinan besar menyebabkan korban sesak," kata Indra.
"Tim juga mengambil sampel biologis untuk memastikan apakah ada hubungan seksual yang terjadi sebelum korban meninggal," sambung Indra.