Misteri Kematian 45 Hiu di Penakaran Karimunjawa

Kamis, 21 Maret 2019 21:01 Reporter : Wisnoe Moerti
Misteri Kematian 45 Hiu di Penakaran Karimunjawa 45 ikan hiu di penangkaran karimunjawa mati. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Ratusan hiu milik Minarno alias Cun Ming di penangkaran Hiu Kencana di Kepulauan Karimunjawa mati. Penyebab kematian hiu-hiu itu masih menjadi misteri. Sebab, jika alasannya karena cuaca, semua hiu di sana akan mati. Tapi kondisinya masih ada hiu yang hidup dan justru yang masih kecil.

Cun Ming lantas mencari tahu penyebab kematian hiu-hiu itu dengan melakukan uji laboratorium di dinas terkait di Kabupaten Jepara.

"Sampel untuk diperiksa laboratorium dibawa ke Jepara oleh pegawai saya. Pengecekan baru dilakukan pada Jumat karena baru ada kapal hari itu," kata Cun Ming seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (21/3).

Laboratorium milik pemerintah kabupaten Jepara tak mampu mengidentifikasi racun pembunuh hiu-hiu itu. Maka Cun Ming berinisiatif mengirim sampel ke laboratorium di Semarang. Namun, laboratorium yang ada di Kota Semarang juga tidak bisa menemukan jawaban.

"Saya melapor ke Polda dan oleh petugas disarankan ke Krimsus (Direktorat Kriminal Khusus) di Banyumanik. Namun, laboratorium Krimsus juga kesulitan mengidentifikasi jenis racun penyebab kematian hiu-hiu itu," kata Cun Ming.

Tak sampai di situ, Cun Ming juga mengirim sampel untuk pengecekan ke laboratorium di Yogyakarta.

"Dari sampel yang saya kirim hasilnya baru bisa diketahui sekitar 21 hari. Saya ingin tahu apa penyebab kematian hiu yang secara teori sudah kebal dan tidak mudah mati," katanya.

Kematian ikan-ikan hiu itu tentu menjadi sebuah kotak pandora yang akan memaksa Cun Ming untuk belajar. Apalagi hiu termasuk binatang yang tak mudah mati karena faktor alam.

"Karena bukan hanya hiu, tapi hewan kecil dan karang di kolam juga mati. Hanya dua hiu besar yang selamat. Yang lain mati. Tentu ini tak wajar," kata Cun Ming.

Sementara itu, terkait dengan penutupan penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, dilakukan pemerintah karena mulai ada penangkaran hiu yang bersifat ilegal.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Agung Prabowo, penutupan dipicu adanya wisatawan yang berkunjung ke pulau Menjangan Besar dan berenang bersama hiu, tapi malah digigit. Dari situ mulai terkuak adanya penangkaran hiu ilegal.

"Kejadian wisatawan digigit hiu saat berenang di spot atau arena penangkaran terjadi 13 Maret 2016 lalu," kata Agung Prabowo.

Penutupan spot permainan dengan hiu di Pulau Menjangan, Karimunjawa, ditutup sejak 8 Juni 2018 dengan dikeluarkanya surat Kepala Balai nomor S.182/T.34/TU/GKM/6/2018. Isi surat adalah penghentian kegiatan wisata alam di lokasi penangkaran ikan karena dinilai membahayakan.

"Penutupan ini tindakan positif. Harus ditunjukkan kepedulian terhadap Karimunjawa. Hal ini juga didasari atas penyelidikan bahwa keramba penangkaran hiu atraksi wisata telah dipugar atau dibenahi," kata Agung.

Atas penghentian dari Taman Nasional Karimunjawa itu, Cun Ming mengajukan banding dan meminta izin baru. Namun, hingga kini dia tidak kunjung mengantongi izin. Sejak itu pula usahanya di bidang wisata dengan jualan utama berenang dan bermain dengan hiu harus ditutup dan tidak menerima tamu.

"Kan, sudah ditutup. Kalau saya nekat namanya ilegal," kata Cun Ming singkat.

Balai Taman Nasional Karimunjawa juga terus berupaya mencari jalan tengah. Selain melindungi hiu dan wisatawan, Balai Taman Nasional Karimunjawa juga tak ingin ada yang dirugikan dalam penutupan itu. Maka, digelar mediasi yang menghadirkan Cun Ming dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

"Dalam audiensi tersebut BTNKj (Balai Taman Nasional Karimunjawa) menegaskan kembali tujuan penghentian kegiatan wisata hiu tersebut," kata Agung.

Reporter: Felek Wahyu [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini