Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Papua Barat baru-baru ini mengambil langkah signifikan untuk memperkuat fondasi organisasinya. Mereka menggelar kegiatan monitoring, evaluasi, dan audit aset organisasi secara menyeluruh. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan tata kelola yang lebih baik dan transparan dalam pengelolaan aset.
Kegiatan penting ini dilaksanakan di Kota Sorong selama dua hari, dari tanggal 23 hingga 24 Agustus 2024. Kehadiran pengurus pusat PPNI, Dr. Ns. Aprisunadi sebagai Bendahara Umum dan Fajar Tri Asih selaku Bendahara I DPP PPNI, menandai keseriusan dalam upaya ini. Mereka memberikan arahan terkait manajemen aset yang akuntabel dan terintegrasi.
Inisiatif ini bukan sekadar inventarisasi, melainkan bagian dari penataan organisasi demi masa depan profesi keperawatan yang lebih profesional. Audit aset PPNI ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam reformasi internal. Tujuannya adalah menciptakan organisasi profesi yang lebih kuat dan bermanfaat bagi seluruh anggotanya di Papua Barat.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Transparansi dan Akuntabilitas Aset PPNI
Ketua DPW PPNI Papua Barat, Dr. Naomi Netty Howay, menjelaskan bahwa kegiatan audit aset PPNI ini merupakan bentuk tanggung jawab organisasi. Tujuan utamanya adalah memastikan pengelolaan aset yang tertib, transparan, dan berkelanjutan. Ini adalah langkah krusial untuk membangun kepercayaan anggota dan publik.
Menurut Dr. Naomi, audit ini bukan hanya sekadar inventarisasi fisik aset. Lebih dari itu, ini adalah bagian integral dari penataan organisasi secara menyeluruh. Tujuannya adalah membentuk profesi keperawatan yang lebih profesional dan adaptif di masa depan. Upaya ini mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang baik.
Apresiasi tinggi disampaikan kepada PPNI Pusat atas dukungan dan kehadiran mereka dalam membuka wawasan anggota PPNI di berbagai kabupaten/kota. Proses audit ini nantinya akan dinilai secara berjenjang. Penilaian akan dimulai dari tingkat pusat, kemudian provinsi, hingga ke kabupaten/kota, memastikan konsistensi dan standar yang sama.
Advertisement
Advertisement
Peran Pusat dalam Penguatan Aset dan Pengembangan Profesional
Dua pengurus pusat PPNI, Dr. Ns. Aprisunadi dan Fajar Tri Asih, turut hadir memberikan arahan penting. Mereka menekankan urgensi manajemen aset yang akuntabel dan terintegrasi dengan sistem keanggotaan (SIMK). Integrasi ini penting untuk memastikan data aset yang valid dan mudah diakses.
Dr. Aprisunadi secara khusus menyoroti pentingnya penguatan aset organisasi sebagai fondasi. Aset ini, termasuk gedung, perlengkapan, dan sumber daya manusia (SDM), adalah kunci untuk pengembangan kapasitas perawat di daerah. Organisasi harus siap menjadi "rumah" bagi anggotanya, menyediakan fasilitas untuk pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan.
Penguatan aset ini juga membuka wacana baru bagi PPNI. Organisasi berencana menjadikan aset-asetnya sebagai pusat pelatihan SDM keperawatan. Tujuannya adalah mencetak perawat yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Ini akan dilakukan secara legal dan profesional, meningkatkan kualitas dan daya saing perawat Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Komitmen PPNI Menuju Organisasi Profesi yang Lebih Kuat
Kegiatan audit aset PPNI ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen DPW PPNI Papua Barat. Mereka bertekad memperkuat tata kelola organisasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Ini adalah bagian esensial dari reformasi internal yang sedang berjalan.
Reformasi internal ini diharapkan membawa PPNI menjadi organisasi profesi yang lebih kokoh. Dengan tata kelola aset yang baik, PPNI dapat lebih efektif dalam melayani anggotanya. Manfaatnya akan terasa dalam peningkatan kualitas layanan keperawatan dan perlindungan profesi.
Langkah strategis seperti audit aset PPNI ini menunjukkan bahwa PPNI tidak hanya fokus pada pengembangan individu perawat. Mereka juga berinvestasi pada kekuatan institusionalnya. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi organisasi di masa depan. Dengan demikian, PPNI dapat terus berkontribusi positif bagi kesehatan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews