Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris, mal terbesar di Aceh pekerjakan 2 gadis di bawah umur

Miris, mal terbesar di Aceh pekerjakan 2 gadis di bawah umur Ilustrasi mal. ©2014 Merdeka.com/tourists360.com

Merdeka.com - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal sangat menyesalkan masih ada perusahaan di Banda Aceh mempekerjakan anak di bawah umur. Kekesalan wali kota ini menyusul ditemukannya ABG dipekerjakan sebagai cleaning service di salah satu mal terbesar di Banda Aceh.

Penemuan kasus ini bermula polisi syariat tengah menertibkan pengemis yang beroperasi di Banda Aceh. Dua wanita di bawah umur berinisial Z dan M masih berusia 17 tahun ini tinggal satu tempat dengan pengemis. Sehingga mereka pun diangkut oleh petugas.

Keduanya sudah putus sekolah dan hanya mengecap pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya. Sedangkan di Banda Aceh keduanya mengaku bekerja di salah satu mal terbesar di Aceh yang pusatnya di Seutui, Banda Aceh sudah berjalan satu bulan.

Saat diamankan oleh petugas, gadis belia ini sedang duduk santai di depan indekosnya di kawasan Goheng, Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Karena berada satu kawasan dengan para pengemis, petugas langsung mengangkut keduanya ke kantor polisi syariat.

Illiza berbicara dengan kedua gadis belia ini selama satu jam lebih. Illiza juga sempat menelpon dan berbicara dengan saudara M sekira pukul 01.00 WIB dini hari, Sabtu (20/12). Tetapi karena lokasi jauh, saudara M tidak bisa datang malam itu juga ke kantor.

Selain itu, Illiza juga mencoba untuk menghubungi pimpinan dan pengawas mal tersebut, namun berkali-kali dihubungi tidak tersambung. Sehingga diputuskan sementara waktu keduanya tetap berada di bawah pengawasan dan perlindungan polisi syariat Banda Aceh.

"Sangat disayangkan masih ada perusahaan di Banda Aceh yang mempekerjakan anak di bawah umur, ini harus segera diusut dan harus juga segera diadvokasi," kata Illiza dengan nada geram.

Illiza juga mengaku, pihaknya akan memanggil manajer atau pemilik perusahaan tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Serta harus mempertanggungjawabkan mereka telah mempekerjakan anak di bawah umur.

"Besok mulai didata bagi pekerja yang ada di Banda Aceh, masalahnya ada perusahaan yang tidak peduli dengan pekerjanya. Selain mempekerjakan anak di bawah umur juga tidak memfasilitasi pelayanan kesehatan dan ini sangat bahaya bagi pekerja," tutupnya. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP