Minta Dilamar, Perempuan di Makassar Malah Lapor Polisi Ngaku Diperkosa Kekasih

Kamis, 25 Juli 2019 21:00 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Minta Dilamar, Perempuan di Makassar Malah Lapor Polisi Ngaku Diperkosa Kekasih Riswandi dilaporkan menculik dan memperkosa. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Hatibu (56), bapak dari perempuan berinisial TA (19) melaporkan seorang pria bernama Riswandi alias Rizal (32) ke Polrestabes Makassar. Hatibu menuding Riswandi memperkosa putrinya saat diculik selama sembilan hari sejak Sabtu (6/7). Bahkan pria yang bekerja sebagai kondektur dan sopir bantu ini juga dituduh mengambil perhiasan putrinya tersebut.

"Kita kemudian tindaklanjuti laporan tersebut dan akhirnya menangkap lelaki Riswandi alias Rizal yang sementara mangkal di parkiran bandara Sultan Hasanuddin dua hari setelah laporan diterima," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada awak media, Kamis (25/7).

Dari hasil interogasi terhadap Riswandi, beber Indratmoko, diketahui jika sebenarnya antara Riswandi dan TA ini adalah pasangan kekasih.

"Rupanya perempuan TA menghilang 9 hari karena pergi bersama Riswandi kekasihnya. Selama bersama itu, mereka melakukan hubungan intim layaknya suami istri," kata Indratmoko.

Kedua pasangan kekasih ini, lanjutnya, merencanakan untuk menikah meski tanpa persetujuan keluarga dengan cara kawin lari. Perhiasan TA kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan selama pelarian, termasuk untuk biaya sewa kos-kosan.

"Jadi selama mempersiapkan kawin lari itu mereka bersama. Tapi satu hari terjadi salah paham di antara keduanya dan bertengkar di jalan. Saat itulah TA memutuskan pulang ke rumah namun karena takut dengan orang tuanya, dia lalu bikin skenario kalau selama ini dia diculik, diberi minuman kemasan lalu merasa pusing dan diperkosa," kata AKBP Indratmoko seraya menambahkan, kasus ini akhirnya ditutup atau dihentikan.

Sementara Riswandi mengaku kenal dengan TA sejak mobilnya disewa Tenri dan keluarganya menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa bulan lalu. Saat itu mereka tukaran nomor ponsel akhirnya jadian sebagai kekasih lewat komunikasi jarak jauh.

TA kembali dari Palu, mereka bertemu dan merencanakan pernikahan antara keduanya.

"Lima hari bersama TA di rumah tante saya di belakang terminal Daya. Lalu sewa kos dari hasil jual perhiasan emas dan tinggal bersama di kos. Totalnya sembilan hari bersama dan delapan kali berhubungan intim. Tapi kami bertengkar karena TA minta dilamar segera tapi saya belum siap karena belum ada uang, tunggu gajian," kata Riswandi.

Saat bertengkar itulah, kata Riswandi lagi, dia antarkan TA ke dekat SPBU Daya. Saat ditinggalkan, TA lalu dijemput keluarganya.

"Tidak ada penculikan, tidak ada perkosaan dan tidak ada pencurian. Kami pacaran dan melakukannya atas dasar suka sama suka," ujar Riswandi. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini