Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miliaran rupiah berputar tiap harinya di Pasar Burung Pramuka

Miliaran rupiah berputar tiap harinya di Pasar Burung Pramuka Pasar Burung. ©2013 Merdeka.com/Angga Yudha

Merdeka.com - Kicauan ratusan burung menyambut kedatangan para pembeli yang berdatangan ke Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur. Berbagai jenis burung lokal maupun impor, siap ditawarkan para pedagang.

Pasar yang sudah dibangun sejak era tahun 1970an, di atas area seluas 3.250 meter persegi ini mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu sejarah yang masih hidup khususnya di DKI Jakarta.

Salah seorang pedagang, Hari (42), mengaku dirinya sudah puluhan tahun berjualan di lokasi tersebut. Bahkan, semenjak dirinya masih bujangan.

"Ya sudah 20 puluh tahun lebih lah. Pas lulus SMA kurang lebih sudah jualan," ungkap Hari di Pasar Burung Pramuka, Jakarta, Rabu (4/12).

Untuk pendapatannya, pria asal Jepara, Jawa Tengah, ini tampaknya malu mengungkapkannya. "Yang penting cukup buat makan, Mas. Kalau dipikirin untung malah gak bisa tidur," ungkapnya.

Kepala Pasar Burung, Awaluddin menyebutkan, perputaran uang di dalam pasar burung sangat besar. Bahkan bisa mencapai miliaran per harinya.

"Mungkin perhari bisa 'M' (miliaran), soalnya banyak pengunjung yang datang ke sini," perkiraannya saat dihubungi merdeka.com.

Di pasar burung tersebut, jelas Awaluddin, terdapat 272 kios dan di isi oleh 250 pedang. Mayoritas yang dijual memang burung. Namun, banyak juga yang menjual aksesoris atau alat perlengkapan burung. "Ada kandang, tempat makan (burung) dan lainnya," pungkasnya.

Asisten Manager Sub Bidang Humas PD Pasar Jaya, Agus Lamun juga mengungkapkan hal senada. Ia memperkirakan perputaran uang di sana bisa ratusan juta. "Mungkin bisa Rp 500 juta lebih kayanya, karena kan di pasar burung itu ramai yang datang," terangnya. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP