Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengambil keputusan strategis terkait jadwal latihan timnya. Ia tetap mengagendakan Latihan Persija Pagi Hari, meskipun suhu di Jakarta belakangan ini cukup terik. Latihan rutin Macan Kemayoran ini biasa berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Pemilihan waktu pagi hari ini bukanlah tanpa alasan kuat, menurut Souza. Meskipun dirinya pribadi lebih menyukai latihan sore, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi pertimbangan utama. Hujan deras dan petir yang kerap melanda Jakarta pada sore hari dapat menimbulkan risiko pembatalan latihan.
"Panas terasa untuk semua orang, baik pemain lokal maupun pemain Brasil," ujar Souza saat ditemui di Persija Training Ground, Depok, Rabu. Keputusan ini diambil demi menjaga konsistensi dan menghindari potensi bahaya bagi para pemain. Ini menunjukkan komitmen Souza terhadap persiapan tim di tengah tantangan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Mauricio Souza menegaskan bahwa cuaca panas merupakan tantangan yang dirasakan oleh seluruh anggota tim. Ia membandingkan dengan kondisi di Brasil yang juga memiliki fluktuasi suhu ekstrem, bahkan bisa mencapai 40 derajat Celcius. Pengalaman ini membentuk pandangannya dalam menyikapi kondisi cuaca di Indonesia.
Pelatih asal Brasil ini mengakui preferensi awalnya adalah latihan pada sore hari. Namun, pertimbangan keamanan dan kelancaran program latihan menjadi prioritas utama. "Akhir-akhir ini sore sering hujan dan banyak petir, jadi berisiko," jelas Souza mengenai alasan utama di balik Latihan Persija Pagi Hari.
Oleh karena itu, keputusan untuk tetap menggelar jadwal latihan di pagi hari diambil secara matang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program latihan dapat berjalan tanpa hambatan. Souza ingin meminimalisir kemungkinan latihan dibatalkan karena faktor cuaca ekstrem dan menjaga fokus tim.
Advertisement
Advertisement
Dalam sesi latihan yang berlangsung Rabu, kabar baik datang dari Ryo Matsumura yang telah kembali bergabung dengan tim. Pemain asal Jepang ini sebelumnya absen cukup lama karena cedera. Kehadirannya tentu menjadi angin segar bagi skuad Macan Kemayoran yang menjalani Latihan Persija Pagi Hari.
Souza menjelaskan bahwa Ryo masih dalam tahap transisi menuju pemulihan penuh. "Dia (Ryo) masih dalam proses transisi. Dia masih dalam pantauan medis," kata Souza. Pemain ini masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya, namun progresnya menggembirakan.
Selain Ryo, beberapa pemain lain juga sedang dalam pemulihan dari cedera minor. Bruno Tubarao dan Hanif Sjahbandi mengalami masalah pada pergelangan kaki. Hanif dikabarkan mengalami keseleo, sementara Bruno memiliki masalah pada pinggulnya.
Advertisement
Kondisi Rayhan Hannan juga menjadi perhatian setelah mengalami cedera saat membela timnas India. Souza terus memantau perkembangan seluruh pemain yang cedera. Tim medis Persija bekerja keras untuk memastikan semua pemain bisa segera kembali merumput dan siap untuk jadwal Latihan Persija Pagi Hari berikutnya.
Advertisement
Persija Jakarta akan menghadapi tantangan berat dalam pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu (19/10).
Laga kontra Persebaya ini merupakan pertandingan tandang ketiga secara beruntun bagi Persija. Jadwal padat ini tentu membutuhkan fisik dan mental yang prima dari para pemain. Tim harus beradaptasi dengan kondisi lapangan lawan setelah rutin menjalani Latihan Persija Pagi Hari.
Saat ini, Persija menempati posisi keempat di klasemen sementara BRI Super League. Mereka telah mengumpulkan 11 poin dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan. Posisi ini menunjukkan persaingan ketat di papan atas liga.
Advertisement
Namun, performa Persija dalam dua laga terakhir kurang memuaskan. Macan Kemayoran menelan kekalahan beruntun saat menghadapi PSM Makassar dan Borneo FC. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi tim untuk memperbaiki strategi dan performa di laga mendatang, termasuk efektivitas dari Latihan Persija Pagi Hari yang telah dijalankan.
Sumber: AntaraNews