Meriahnya Arak-arakan Ogoh-ogoh di Lapas Kerobokan Bali

Kamis, 7 Maret 2019 02:38 Reporter : Moh. Kadafi
Meriahnya Arak-arakan Ogoh-ogoh di Lapas Kerobokan Bali Ogoh-ogoh di Lapas Kerobokan Bali. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Suasana rangkaian Hari Raya Nyepi juga terasa di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Denpasar, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali. Ratusan narapidana umat Hindu, menggelar arak-arakan pawai Ogoh-ogoh di Lapangan Ngurah Rai, yang berada di dalam Lapas, Rabu (6/3) sore.

Menariknya, sebelum menggelar arak-arakan ogoh-ogoh yang warga binaan ini juga melakukan fragmen tari. Sehingga, menghibur para ratusan narapidana. Kemudian, warga binaan mengarak ogoh-ogoh berputar di dalam lapangan dan selanjutnya pindah ke luar Lapas untuk mengarak ogoh-ogoh yang kedua.

Kepala LP Kerobokan Tonny Nainggolan mengatakan, bahwa LP Kerobokan membuat dua ogoh-ogoh yang langsung dibuat oleh para warga binaan. Hal tersebut, dilakukan untuk mengikuti tradisi pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh yang sebelumnya dilakukan sehari pada Hari Raya Nyepi.

"Kita membuat acara ogoh-ogoh di dalam dan di luar. Selanjutnya, ogoh-ogoh di arak di dalam Lapas. Setelah itu, di simpan di Lapangan dan nanti baru kita akan pindah keluar untuk mengarak ogoh-ogoh yang kedua di luar Lapas," ucapnya,

Di luar Lapas warga binaan yang diberi izin mengarak, ada sebanyak 21 orang dan langsung di kawal 41 petugas Lapas Kerobokan. Di luar Lapas ogoh-ogoh dengan diiringi Baleganjur, langsung mengelilingi Lapas Kerobokan dan setelah usai kedua ogoh-ogoh tersebut akan di bakar.

Ogoh-ogoh di Lapas Kerobokan Bali ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

"Sebagai tradisi untuk hari Raya Nyepi ada Pengerupukan dan di hari ini juga kita lakukan," imbuh Tonny.

Tonny juga menjelaskan, bahwa ke dua ogoh-ogoh tersebut, pembuatannya sudah sejak dua bulan yang lalu dan dipusatkan pembuatannya di Gedung Aula Lapas Kerobokan.

"Untuk beberapa peralatannya, kita siapkan sendiri dari kantor dan biaya juga dari Forum Umat Hindu di Kantor, kurang lebih sekitar Rp 12 juta untuk acara ini semuanya, dan selama pembuatan itu diawasi betul oleh petugas kita," ujar Tonny.

Sementara, I Komang Risi Jana (40) selaku narapidana dan sekaligus yang memiliki ide pembuatan ogoh-ogoh sangat senang dan bangga, walaupun dirinya berada di dalam Lapas masih bisa membuat ogoh-ogoh dan merasakan suasana di Hari Suci Nyepi.

"Kebetulan, saya sudah lama mempunyai ide untuk membikin ogoh-ogoh di Lapas. Karena, ada perintah Bapak Kalapas yang mau memberikan kesempatan untuk membuat ogoh-ogoh, dan cita-cita saya tercapai di sini. Iyas senang sekali," ujarnya.

Komang Risi, menjalani hukuman selama 5 tahun 4 bulan karena kasus narkoba. Ia menceritakan, makna ogoh-ogoh yang dibuatnya bersama 15 rekan-rekan narapidananya. Untuk ogoh-ogoh yang diarak di dalam Lapas berjudul 'Kala Inguh', yang diambil dari kata Inguh yang artinya bingung.

"Artinya, siapa manusia yang Inguh-inguh dialah yang mencari. Kalau sudah manusia bingung, mereka mengambil tindakan yang tidak baik. Seperti, mereka memakai narkoba, atau minum-minuman dan naik motor di jalan. Kala Inguh, inilah yang mencari dan diambil nyawanya," ujarnya.

"Pesannya, janganlah bingung-bingung dan tenangkan pikiran. Walaupun, kita di penjara berapa lama tidak apa-apa. Kita harus belajar dan berusaha untuk sadar diri. Tetap berdoa dan lain sebagainya," ungkap Komang Risi.

Sementara Ogoh-ogoh yang diarak di Luar Lapas Kerobokan berjudul 'Maruti Murtha', yang diambil dari cerita Hanoman untuk menghancurkan kerajaan Alengka dan pada saat itu sempat di pegang ekornya oleh Rahwana.

"Kalau untuk bahan-bahan ogoh-ogoh ini, ramah lingkungan. Kita buat dari koran bekas, bambu dan bahan ramah lingkungan lainnya. Kalau tahun lalu Ogoh-ogoh disini kita beli. Kalau sekarang kita buat sendiri," ujar Komang Risi.

"Mudah-mudahan, tahun depan lagi bisa lancar dan berkreasi seperti sekarang ini. Saya bangga dan senang. Semua pun senang dan semua pun dapat belajar dari tidak bisa menjadi bisa," ujar Komang Risi. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini