Merayakan Warisan Budaya, 47 Kelompok Seni Meriahkan Kirab Pusaka Keris Trenggalek

Kabupaten Trenggalek menggelar Kirab Pusaka Keris yang meriah, diiringi 47 kelompok seni, untuk memperingati 20 tahun penetapan keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Merayakan Warisan Budaya, 47 Kelompok Seni Meriahkan Kirab Pusaka Keris Trenggalek
Kabupaten Trenggalek menggelar Kirab Pusaka Keris yang meriah, diiringi 47 kelompok seni, untuk memperingati 20 tahun penetapan keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. (AntaraNews)

Kirab Pusaka Keris di Kabupaten Trenggalek sukses digelar pada Selasa, 25 November, sebagai bagian dari peringatan 20 tahun penetapan keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Acara ini dimeriahkan oleh partisipasi 47 kelompok kesenian lokal yang menampilkan beragam tradisi.

Rangkaian kirab ini menjadi pembuka Pameran Keris yang akan berlangsung selama tiga hari di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Kirab dimulai dari pelataran Pasar Pon dan berakhir di Pendopo Kabupaten Trenggalek, menarik perhatian banyak warga.

Berbagai pusaka penting diarak, termasuk keris milik Bupati Trenggalek, pusaka pemerintah daerah, hingga koleksi keris dari desa-desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meneguhkan komitmen pelestarian budaya lokal serta mempromosikan warisan berharga ini.

Kemeriahan Kirab Pusaka dan Tradisi Lokal

Kirab Pusaka Keris Trenggalek menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah yang memukau. Sebanyak 47 kelompok kesenian turut serta, membawakan pertunjukan seperti jaranan, tiban, dan berbagai tari-tarian tradisional. Antusiasme para pelaku seni dan budaya sangat terasa sepanjang rute kirab.

Prosesi kirab mengarak sejumlah pusaka penting, termasuk keris pribadi Bupati Trenggalek dan pusaka milik pemerintah daerah. Tidak hanya itu, keris-keris dari berbagai desa di seluruh kecamatan juga ikut diarak, menunjukkan partisipasi luas dari masyarakat.

Setibanya di kawasan Tugu Pancasila, rombongan kirab melakukan penyerahan simbolis beberapa pusaka kepada Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyatno, beserta jajaran forkopimda. Prosesi ini kemudian dilanjutkan menuju area pendopo untuk pembukaan pameran.

Pameran Keris yang dibuka setelah kirab juga menampilkan koleksi istimewa, termasuk Keris Presiden Prabowo Subianto dan dua keris milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Kehadiran keris-keris ini menambah daya tarik dan nilai historis pameran.

Meneguhkan Komitmen Pelestarian Budaya Keris

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyatno, menegaskan bahwa Kirab Pusaka Keris tahun ini merupakan peristiwa krusial untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal. Ia menyoroti pentingnya menjaga keris sebagai peninggalan sejarah yang berharga.

"Kirab pusaka ini menekankan bagaimana kearifan lokal menjaga keris sebagai peninggalan sejarah. Kita patut bangga karena keris menjadi bagian dari catatan UNESCO," ujar Edy Soepriyatno. Pernyataan ini menggarisbawahi status keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia.

Edy menambahkan bahwa keris memiliki nilai filosofi yang tinggi dan harus diwariskan kepada generasi mendatang. "Keris harus kita uri-uri agar ke depan menjadi pegangan hidup yang sarat makna," katanya, menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam keris.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para pelaku seni dan budaya. Ia melihat momentum ini sebagai ajang konsolidasi untuk menjaga kerukunan dan melestarikan tradisi yang telah ada secara turun-temurun.

Potensi Pariwisata dan Harapan Berkelanjutan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Edi Santoso, menilai bahwa kegiatan Kirab Pusaka Keris ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata daerah. Event budaya semacam ini dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kegiatan ini sangat potensial mendongkrak daya tarik wisata. Yang tidak kalah penting adalah nguri-nguri budaya agar masyarakat tetap ingat dan ikut melestarikan," kata Edi Santoso, menyoroti dua manfaat utama dari acara tersebut.

Edi Santoso berharap Kirab Pusaka Keris dapat menjadi agenda rutin tahunan di Trenggalek. Meskipun baru pertama kali diselenggarakan, ia optimis kegiatan ini akan terus berlanjut dan tidak terhenti di tahun-tahun mendatang, menjadi ikon budaya daerah.

Harapan untuk keberlanjutan acara ini didasari oleh antusiasme masyarakat dan nilai penting pelestarian budaya yang diusungnya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif komunitas, Kirab Pusaka Keris Trenggalek diharapkan terus berkembang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi