Menyerap keindahan alam semesta lewat sebuah lukisan

Keindahan lukisan Bayu Wardhana benar-benar dinikmati pengunjung pameran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menyerap keindahan alam semesta lewat sebuah lukisan
Lukisan karya Bayu Wardhana. ©2016 Merdeka.com

Kelak-kelok jalanan tembok besar China terhampar mengitari bukit. Meganya yang mendung hitam kebiru-biruan menambah kesan eksotis pemandangan alam. Itulah sepintas deskriptif salah satu lukisan karya Bayu Wardhana berjudul 'The Great Wall' yang dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta dengan tema On The Spot. Pameran berlangsung sejak tanggal 14 Agustus hingga 24 Agustus 2016. Lukisan tembok besar China sebesar 2,8 x 7,6 meter tersebut merupakan bentuk Bayu Wardhana dalam menyerap keindahan alam semesta."Sebagai seniman, saya menyerap keindahan alam semesta entah itu ciptaan Tuhan atau buatan manusia," ujar Bayu Wardhana, Sabtu (20/8).Bagi Bayu Wardhana, melukis keindahan alam semesta merupakan bentuk tanggung jawab terhadap Tuhan. Tanggung jawab atas dirinya sebagai makhluk Tuhan dan sebagai makhluk sosial. "Keindahan itu (semesta) saya pindahkan ke Kanvas atau apapun, dengan cara dan gaya saya sendiri," imbuh Bagi Bayu Wardhana. Keindahan lukisan Bayu Wardhana benar-benar dinikmati pengunjung pameran. Salah satu pengunjung, Suyadi (50), mengatakan dirinya takjub dengan keinginan semesta di dalam lukisan. "Ini lansdcape alam yang ditangkap dalam bentuk lukisan. Orang biasanya hanya melihat pemandangan alam secara langsung. Ini diolah dengan rasa. Ini luar biasa," ujar Suyadi (50).Pameran tersebut menampilkan 20 lukisan dalam Kanvas besar, 35 lukisan dalam kertas, dan sebuah keranda dari kayu.

Rekomendasi