Menteri UMKM Maman soal Isu Istri Minta Fasilitas ke Eropa: Kami Tahu yang Hak dan Batil

Maman menegaskan bahwa dia memahami aturan. Terutama soal yang hak dan batil.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Menteri UMKM Maman soal Isu Istri Minta Fasilitas ke Eropa: Kami Tahu yang Hak dan Batil
<p>Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman, Jakarta, Selasa (10/12/2024). Maman mengatakan bahwa Kementerian UMKM tengah mendapat mengemudi ojek online (ojol). (Ayu/Merdeka.com)</p> (@ 2024 merdeka.com)

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menjadi salah satu pembicara utama dalam Forum Bisnis 2025 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember. Di depan para pengusaha muda di Jawa Timur tersebut, Maman mengawali sambutannya dengan menyinggung kasus sorotan yang tengah menimpa dirinya dan sang istri.

"Berbicara ibu-ibu ini agak sensitif. Lagi banyak yang sayang sama kami, se-Indonesia lagi banyak yang sayang sama saya,” ucap Maman dengan setengah berkelakar, Sabtu (5/7).

Tanpa menyebut secara eksplisit sorotan dugaan penyalahgunaan fasilitas negara yang dituduhkan kepada dirinya dan sang istri, Maman menegaskan bahwa dia memahami aturan.

“Tapi saya berusaha memisahkan antara yang hak dan batil," ujar Maman saat membuka paparannya.

Maman juga menanggapi secara positif sorotan tersebut. “Jadi mereka berkepentingan untuk melakukan kontrol kepada pejabat negara. Jadi insya Allah, kami masih mengedepankan prinsip yang hak dan batil. Tentunya Allah yang paling tahu," sambungnya.

Istri Maman, Agustina Hastarini dikabarkan meminta fasilitas saat melakukan perjalanan ke Eropa dan Turki. Negara dikunjungi Agustina itu seperti Istanbul, Pomorie, Sofia, Amsterdam, Brussels, Paris, Lucerne, dan Milan.

Kunjungan Agustina ke sejumlah negara eropa dan Turki itu menuai sorotan usai beredar surat dinas bertuliskan keterangan 'Kunjungan Istri Menteri UMKM Republik Indonesia' sebagai bagian dari misi budaya.

Pilih Fokus Urus UMKM

Meski diterpa isu pribadi, Maman tetap fokus pada pembahasan substansial. Dia menegaskan pentingnya menyatukan peran peran UMKM dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Termasuk UMKM yang dijalankan oleh kaum perempuan.

“Pengusaha muda dan pelaku UMKM, termasuk ibu-ibu, bisa bersatu dalam satu semangat kewirausahaan. Selama ini, orang kerap memisahkan antara pengusaha HIPMI dan pelaku UMKM, padahal keduanya sama-sama menjalankan aktivitas kewirausahaan,” tutur menteri asal Partai Golkar ini.

“Padahal, emak-emak yang membuka warung di rumah hingga pengusaha kecil dengan beberapa outlet bakso adalah pelaku ekonomi yang layak mendapat dukungan setara,” sambungnya.

Ke depan, Maman berharap agar HIPMI tidak boleh terjebak dalam konflik internal organisasi. Menurutnya, energi organisasi semestinya difokuskan untuk mendorong penciptaan peluang usaha di daerah dan membangun kolaborasi nyata dengan pelaku UMKM.

“HIPMI harus menjadi inspirasi dan pemeluk yang merangkul UMKM. Kolaborasi dan sinergisitas yang positif inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dari bawah,” katanya.

Dia juga memaparkan data penting, bahwa dari 57 juta entitas UMKM yang ada di Indonesia, jika rata-rata satu usaha dijalankan oleh dua orang, maka lebih dari 114 juta jiwa menggantungkan hidup di sektor ini.

“Sektor UMKM menyumbang 60 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 96 persen tenaga kerja. Jika HIPMI dan UMKM bersinergi, maka UMKM bisa naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tidak hanya saat krisis seperti COVID-19, tapi juga di masa normal,” paparnya.

Tantangan UMKM

Lebih lanjut dari materi yang disampaikan, Maman juga menyampaikan soal tantangan ke depan bagi pelaku UMKM. Yakni soal literasi keuangan dan soal perizinan.

“Kita tidak bisa terus menjadikan birokrasi sebagai alasan. Kementerian UMKM sadar betul bahwa pengurusan izin seperti NIB, BPOM, sertifikasi halal, dan HAKI seringkali lambat,” ungkap Maman.

Dalam acara tersebut, juga turut dihadiri oleh Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza, Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Ahmad Salim Assegaf, Kepala OJK Jember Mohammad Mufid, serta perwakilan Bank Jatim dan Bank Indonesia Jember, serta jajaran BPC HIPMI Jember.

Menanggapi materi yang disampaikan Menteri UMKM RI itu, Ketua Panitia HIPMI Jember, Irwan Fahmy mengatakan bahwa hadirnya Menteri UMKM dalam acara tersebut tentu menjadi dukungan tersendiri bagi HIPMI Jember.

"Kami dari BPC Hipmi Jember kebanyakan dari anggota kami itu kan adalah UMKM, pelaku UMKM. Baik itu yang skalanya mikro, ataupun menengah, ataupun bahkan yang sudah korporasi. Jadi dengan hadirnya OJK, Bank Jatim, kemudian dari pihak Menteri UMKM ini, akan penuh support dengan apa yang kita kerjakan," ujar pengusaha muda ini.

Irwan berharap, ke depan agar ada dukungan solid dari berbagai pihak untuk literasi keuangan, bagaimana proses pendanaan.

“Sehingga kita akan lebih paham, bagaimana kita itu menjalankan bisnis," pungkas Irwan.

Rekomendasi