Menteri Pigai: Biaya Pemulihan Korban Demo Ditanggung Negara, Kebebasan Akademik Tetap Berjalan
Menurut Pigai, proses identifikasi para korban saat ini masih berjalan. Dia juga berjanji proses penanganan korban dan pelaku terbuka.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melakukan kunjungan ke Bandung, Kamis (4/9). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau situasi pascademonstrasi beberapa hari belakangan ini.
Bertolak dari Jakarta bersama stafnya, di Bandung Pigai mendatangi sejumlah tempat. Antara lain Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Polda Jawa Barat.
"Jadi begini, Kementerian HAM melaksanakan sebagaimana tugasnya, tugas yang diembankan kepada kami,
yaitu mulai dari sejak awal kami pantau, mengikuti dan mengendalikan keadaan nasional," kata Pigai kepada awak media di RSHS Bandung.
Di sana, Pigai mengunjungi salah satu korban dirawat dalam unjuk rasa. Pada kesempatan itu, Pigai menyinggung terkait penanganan korban jatuh dalam gelombang unjuk rasa. Dia mengatakan, biaya penanganan medis di rumah sakit hingga pemulihan para demonstran akan ditanggung negara.
Untuk itu, Pigai mengatakan Kementerian HAM akan terlebih dulu melakukan identifikasi terkait identitas para korban. Terkait biaya pemulihan, menurut Pigai, Kementerian HAM telah bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
“Semua korban yang nanti kita identifikasi korban semuanya, kemudian seluruh korban ditanggung pemerintah, mulai dari korban untuk perawatan sampai dengan pemulihan kemudian pasca mereka sembuh. Jadi akan menjadi tanggungan pemerintah,” ujar dia.
Menurut Pigai, proses identifikasi para korban saat ini masih berjalan. Dia juga berjanji proses penanganan korban dan pelaku terbuka.
"Kita sedang proses, kita tidak berani menyampaikan kalau belum identifikasi. Kalaupun juga nanti kami umumkan berapa korban yang diidentifikasi, dilaporkan kepada Kementerian HAM atau Kementerian Sosial, itu pun kami masih membuka kesempatan bagi mereka yang belum melaporkan,” kata dia.
Di sisi lain, Pigai menyebut akan memastikan hak-hak demonstran yang ditahan terpenuhi. Hak-hak yang ia maksud antara lain meliputi hak beribadah hingga kesehatan.
“Lalu mereka yang tidak ada delik ya dikembalikan. Dan sudah sejak kemarin sudah sebagian sudah dibantu. Sekarang juga sudah, sudah dikembalikan sebagian,” ucap dia.
Soal mereka yang ditahan terkait unjuk rasa, Pigai menyebut memang perlu dipertegas antara para demonstran dan perusuh.
“Yang demonstran ini berbeda treatmentnya. Saya meyakini yang demonstran ini banyak mungkin sudah dipulangkan sebagian besar, saya meyakini ya. Tapi kalau yang perusuh itu tergantung tindakannya. Tetapi sekalipun mereka itu ditahan dan diproses hukum harus transparan, ya bertanggung jawab dan harus check and balance keseimbangan,” ujar dia.
Kebebasan Akademik
Dari RSHS, Pigai kemudian bertolak ke Kampus Unisba, di Jalan Tamansari, Bandung. Di sana, dia bertemu dengan pihak rektorat, kemudian membahas soal kebebasan akademik saat dijumpai pers.
Di samping merupakan salah satu poin penting dalam program Asta Cipta Presiden Prabowo, Pigai berpandangan kebebasan akademik di kampus penting guna mendorong tercetaknya orang-orang cerdas, luas wawasan dan berbudi pekerti baik yang dapat turut andil memajukan Indonesia.
“Kalau tanpa keilmuan tanpa akademik, tanpa dunia pendidikan belum tentu hari ini kita rasakan era seperti yang sekarang. Bangsa kita ini maju karena ada komunitas kampus, orang-orang pintar, cerdas, teknokrat, pembangunan, bahkan semua pemimpin bangsa adalah alumni universitas,” katanya.
“Karena itu, saya datang ke sini intinya hanya satu. Mau memastikan kebebasan akademik tetap jalan. Karena itu presiden Prabowo menempatkan kebebasan akademik nomor 1 dalam Astacita,” imbuh dia.
Usai dari Unisba, rencananya Pigai melanjutkan kunjungan ke Polda Jawa Barat. Kunjungan itu dalam rangka melihat kondisi mereka yang ditahan terkait unjuk rasa.
“Untuk mereka yang ditahan pelayanan kesehatan dipastikan dalam kondisi yang sehat dan baik. Saya kira itu. Jadi mau ingin cek di Polda itu hanya lihat mereka yang ditahan,” kata dia.