Menteri Nasir minta orangtua tak cemas anak kuliah di kampus terpapar radikalisme
Merdeka.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir mengimbau para orang tua tak perlu khawatir untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi terpapar radikalisme seperti dirilis oleh BNPT. Menurutnya, kampus merupakan dunia interaksi.
"Imbauan saya orangtua jangan terlalu takut oleh karena itu orangtua harus hati hati dan anak anak harus diberi nasihat. Ini kehidupan kita berinteraksi dengan manusia kita tidak bisa hindari apakah kita hisa menghindar dari interaksi manusia kan gak mungkin," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).
"Hubungan antar manusia mesti kita lakukan. Oleh karena itu sebagai orang tua mohon itu jangan terlalu takut sekali kepada putra putrinya yang kuliah di perguruan tinggi tersebut," sambungnya.
Nasir juga menyarankan, para orangtua mengawasi putra putrinya dengan maksimal. Sebab, kampus merupakan lingkungan pendidikan yang bebas.
"Saya hanya ingin sarankan, tolong putra putrinya diawasi bersama. Karena di kampus sangat bebas. Apapun yang mereka lakukan semua bebas. Orangtua tolong hati-hati. Itu penting sekali, Tidak berarti hanya 7 PTN itu, semua PT di mana pun akan terjadi hal yang sama. Kita ada plus dan minus nya di mana pun," tuturnya.
Dia menegaskan, bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Tapi sebagai bangsa Indonesia harus selalu ingat dengan NKRI.
"Saya sebagai orang tua juga ada rasa takut, sama. Tapi apakah harus takut? Nggak. Tapi harus selalu dinasehati, dik kamu kuliah di kampus karena itu pendidikannya bebas, kamu harus hati. hati. Ilmu pengetahuan itu berkembang, harus kamu pelajari. Tapi kamu tetap harus ingat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu selalu saya sampaikan kepada anak saya," ujar Nasir.
Lebih lanjut, kata Nasir, kampus adalah wadah dalam rangka meningkatkan kualitas daya saing bangsa terhadap persaingan dunia. Dia meminta para pihak jangan sampai dihantui masalah masalah kecil. Melainkan memikirkan masa depan dan hal radikalisme harus dicegah dan jangan terlupakan.
"Konsepnya adalah membangun general education. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa pentingnya ilmu pengetahuan, mencakup masalah nasionalisme, budaya, harus kita tumbuhkan," jelasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya