Menteri Kebudayaan Perkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia Belanda di Rotterdam

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen memperkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia Belanda, meliputi arsip, film, hingga repatriasi warisan budaya, dalam pertemuan bilateral di Rotterdam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Kebudayaan Perkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia Belanda di Rotterdam
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen memperkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia Belanda, meliputi arsip, film, hingga repatriasi warisan budaya, dalam pertemuan bilateral di Rotterdam. (AntaraNews)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh bidang kebudayaan, film, arsip, dan pengelolaan warisan budaya. Upaya ini diwujudkan melalui pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Gouke Moes, di Rotterdam.

Pertemuan penting tersebut berlangsung di sela-sela gelaran International Film Festival Rotterdam (IFFR) pada Sabtu, 31 Januari. Kedua menteri membahas berbagai agenda strategis untuk meningkatkan hubungan budaya antara kedua negara.

Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam pemanfaatan arsip Belanda yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat menjembatani dialog dan keadilan sejarah yang berkelanjutan.

Dalam diskusi bilateral, Menteri Fadli Zon secara khusus menyoroti urgensi kerja sama di bidang arsip sejarah dan budaya. Pemanfaatan arsip-arsip yang tersimpan di Belanda dapat memberikan wawasan mendalam mengenai perjalanan sejarah dan identitas budaya Indonesia.

Pemerintah Belanda menyambut baik pendekatan yang etis, inklusif, dan saling menghormati dalam kerja sama ini, dengan melibatkan institusi terkemuka seperti Eye Film Museum dan KITLV. Langkah ini diharapkan memperkaya khazanah pengetahuan dan pemahaman lintas budaya.

Menteri Kebudayaan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian IFFR terhadap perfilman Indonesia, serta mengusulkan kemungkinan penyelenggaraan "Indonesia Focus" atau "Indonesia Spotlight" pada edisi IFFR mendatang. Inisiatif ini bertujuan menjadi platform strategis untuk memperdalam pertukaran budaya melalui sinema.

Di sektor perfilman dan audiovisual, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama Ko-produksi Audiovisual Indonesia–Belanda. Perjanjian yang ditandatangani pada 4 Desember 2024 ini sedang dalam proses ratifikasi melalui koordinasi lintas kementerian terkait, menandai era baru kolaborasi sinematik.

Pengembangan talenta kreatif juga menjadi fokus utama melalui SAMASAMA Lab, sebuah inisiatif ko-kreasi yang melibatkan Netherlands Film Fund (NFF), Manajemen Talenta Nasional Kementerian Kebudayaan RI, dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI). Program ini dirancang untuk membangun ekosistem kreatif lintas negara yang berkelanjutan.

Menteri Fadli Zon tidak hanya fokus pada kolaborasi masa depan, tetapi juga mengusulkan percepatan repatriasi 37 objek Warisan Budaya Bersifat Kebendaan (WBBK). Objek-objek ini telah memperoleh rekomendasi pengembalian dari Colonial Collection Committee (CCC), menegaskan hak Indonesia atas warisan budayanya.

Secara spesifik, usulan repatriasi juga mencakup koleksi karya dan peninggalan Raden Saleh yang saat ini tersimpan di Museum Naturalis, Belanda. Langkah ini merupakan bagian krusial dari upaya pemulihan sejarah seni dan identitas budaya Indonesia yang kaya.

Selain isu repatriasi, Menteri Kebudayaan juga meminta dukungan penuh dari Kerajaan Belanda terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Komite Antar-Pemerintah UNESCO. Pencalonan ini dijadwalkan pada Juni mendatang, dan dukungan Belanda akan sangat berarti bagi posisi Indonesia di kancah global.

Pertemuan di Rotterdam ini secara keseluruhan menegaskan kembali komitmen kuat kedua negara untuk terus membangun hubungan budaya yang setara, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Kebudayaan dipandang sebagai jembatan utama untuk dialog, keadilan sejarah, dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi