Menteri Basuki Sebut Normalisasi Kali Ciliwung Baru 16 Km dari Total 33 Km
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mencatat, normalisasi Sungai Ciliwung baru 16 kilometer (km) dari total 33 km. Hal itu terungkap setelah dia melakukan pemantauan banjir lewat udara dari Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor hingga Jakarta.
"Namun mohon maaf Bapak Gubernur, selama penyusuran kali Ciliwung, ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani dinormalisasi, 16 km. Di 16 km itu kita lihat insya Allah aman dari luapan," ujar Basuki kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1).
Dampaknya, wilayah yang belum dinormalisasikan mengalami luapan dan banjir. Untuk mengatasi persoalan banjir ini, Kementerian PUPR menginginkan pembahasan lebih lanjut dengan Pemprov DKI Jakarta. Termasuk juga program sodetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur.
"Beliau mengambil langkah-langkah untuk pembebasan lahannya karena 1,2 km, 600 meter sudah kita kerjakan. Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat. Alhamdulillah menurut beliau, masyarakat sudah diskusi dan insya Allah masyarakat bisa menerima itu, mudah-mudahan bisa kita tangani," terangnya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan langkah serupa di kawasan hulu. "Kemudian Bendungan khas Ciawi dan Sukamai, pembebasan lahannya sudah 90 persen lebih hampir 95 persen. Kami targetkan tahun 2020 ini akan selesai," beber Basuki.
Menurut Basuki, salah satu kendala normalisasi Kali Ciliwung adalah lebar sungai yang semakin menyempit. Sehingga yang dilakukan tidak hanya melakukan pendalaman namun juga pelebaran.
"Sekarang rumah itu bukan di bantaran, tapi sudah ke palung sungainya. Ini juga bukan hal yang mudah. Kami akan mendukung beliau (Anies) programnya untuk bisa ditangani, tanpa itu pasti akan terus menghadapi hal-hal yang terus berulang seperti ini," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya