Para Menteri Pariwisata dari negara-negara anggota ASEAN dan India (ASEAN Plus India) telah sepakat untuk menjadikan pengembangan pariwisata kapal pesiar sebagai prioritas utama. Kesepakatan ini dicapai dalam upaya memperkuat kerja sama pariwisata antarwilayah.
Keputusan penting ini diambil pada Pertemuan ke-13 Menteri Pariwisata ASEAN-India (M-ATM Plus India) yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada Jumat lalu. Pertemuan tersebut menyoroti potensi besar sektor kapal pesiar.
Langkah ini bertujuan untuk memajukan inisiatif pariwisata kapal pesiar, termasuk mobilisasi sumber daya dari Dana ASEAN-India. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Dalam pertemuan tersebut, para menteri memberikan apresiasi terhadap tindak lanjut Dialog Pariwisata Kapal Pesiar ASEAN-India 2025. Dialog ini berhasil mempertemukan berbagai pihak terkait untuk mengeksplorasi rute kapal pesiar yang potensial.
Pernyataan pers bersama menyebutkan bahwa pertemuan itu mendorong mobilisasi sumber daya yang diperlukan. Ini termasuk kemungkinan dukungan dana dari Dana ASEAN-India untuk memajukan inisiatif pariwisata kapal pesiar.
Fokus pada pariwisata kapal pesiar ASEAN-India ini diharapkan dapat membuka peluang baru. Ini juga akan menarik lebih banyak wisatawan ke kawasan Asia Tenggara dan India.
Advertisement
Advertisement
Pernyataan bersama juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas untuk memaksimalkan kerja sama pariwisata ASEAN-India. Hal ini krusial untuk mendukung perjalanan yang lancar.
Para menteri menyoroti perlunya perluasan rute penerbangan serta penguatan akses maritim. Selain itu, perbaikan transportasi darat juga penting guna mendukung paket wisata multi-destinasi.
Selain itu, Rencana Sektor Pariwisata ASEAN (ATSP) 2026-2030 turut menjadi sorotan utama. Rencana ini akan menjadi panduan kerja sama pariwisata regional ke depan.
Advertisement
ATSP 2026-2030 berfokus pada keberlanjutan, konektivitas, transformasi digital, peningkatan kapasitas, dan pertumbuhan ekonomi eksklusif. Ini adalah pilar utama pengembangan pariwisata.
Advertisement
Para menteri menegaskan pentingnya kolaborasi erat dengan para mitra dalam pelaksanaan ATSP. Dukungan berkelanjutan dari India sangat diharapkan melalui berbagai program.
Dukungan tersebut mencakup kerja sama teknis, pertukaran pengetahuan, dan program peningkatan kapasitas. Semua ini sejalan dengan prioritas bersama yang telah ditetapkan.
Pertemuan tersebut menyatakan keyakinan kuat bahwa penguatan kerja sama ASEAN-India akan membantu mencapai tujuan strategis ATSP 2026-2030. Ini akan membawa dampak positif bagi seluruh anggota.
Advertisement
Mereka juga mencatat keberhasilan implementasi Tahun Pariwisata ASEAN-India 2025. Program ini berhasil meningkatkan visibilitas dan kerja sama operasional di sektor pariwisata.
Penyelesaian Kampanye Pemasaran Pariwisata ASEAN-India pada 2025 juga disambut baik. Kampanye ini menampilkan rencana perjalanan singkat yang menyoroti kekayaan budaya Asia Tenggara.
Advertisement
Data menunjukkan bahwa India menerima sebanyak 867.210 pengunjung dari negara-negara ASEAN sepanjang tahun 2024. Angka ini mencerminkan daya tarik India bagi wisatawan regional.
Pada periode Januari hingga November 2025, jumlah pengunjung dari ASEAN ke India mencapai 809.075 orang. Ini menunjukkan tren kunjungan yang konsisten.
Sebaliknya, sebanyak 5,9 juta wisatawan India telah mengunjungi kawasan ASEAN pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan minat besar wisatawan India terhadap destinasi ASEAN.
Advertisement
Hingga kuartal ketiga tahun 2025, tercatat 4,7 juta wisatawan India telah berkunjung ke ASEAN. Data ini menggarisbawahi potensi besar pasar pariwisata India bagi kawasan tersebut.
Sumber: AntaraNews