Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) saat ini masih berada dalam tahap pematangan konsep. Hal ini disampaikan Gus Ipul, sapaan akrabnya, di Jakarta pada Jumat (27/2) setelah menghadiri pertemuan penting di Kantor Kementerian Sosial.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas pertanyaan wartawan mengenai perkembangan MBG Lansia, menyusul pertemuannya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Rabu (25/2) lalu. Pemerintah berupaya memastikan program ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, dengan fokus pada penyediaan gizi yang layak bagi kelompok rentan.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan gizi kepada lansia dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Dengan pematangan konsep yang cermat, diharapkan Program MBG Lansia dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hidup para penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Mekanisme Penyaluran dan Peran Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi
Dalam proses pematangan konsep Program MBG Lansia, pemerintah tengah menggodok beberapa aspek krusial, termasuk mekanisme penyaluran makanan. Salah satu poin utama yang sedang dimatangkan adalah peran Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sebagai unit pelaksana.
SPPG direncanakan akan bertanggung jawab dalam menyiapkan makanan bergizi yang kemudian akan disalurkan kepada para penerima manfaat. Penyaluran ini akan melibatkan petugas dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan kelompok masyarakat (pokmas) yang telah terverifikasi.
Selain itu, tenaga pendamping atau caregiver juga akan dilibatkan untuk memastikan makanan sampai ke tangan lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan. Gus Ipul menekankan pentingnya memperbanyak "dapur" atau titik distribusi agar program ini dapat menjangkau lebih banyak lansia di berbagai wilayah.
Advertisement
Advertisement
Target dan Perluasan Jangkauan Penerima Manfaat MBG Lansia
Kementerian Sosial memiliki harapan besar terhadap perluasan jangkauan Program MBG Lansia ini. Mensos Saifullah Yusuf mengemukakan target ambisius untuk dapat melayani antara 300 hingga 500 ribu penerima manfaat di masa mendatang.
Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan layanan sebelumnya yang menjangkau sekitar 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas. Peningkatan target ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah gizi di kalangan kelompok rentan.
Perencanaan yang matang diharapkan dapat mewujudkan target ini, sehingga lebih banyak lansia dan penyandang disabilitas dapat merasakan manfaat dari program pemberian makanan bergizi. Fokus utama adalah memastikan bahwa bantuan gizi ini dapat diakses secara merata.
Advertisement
Advertisement
Asesmen dan Kriteria Sasaran Program Makan Bergizi Gratis
Sebelumnya, Gus Ipul telah menjelaskan bahwa penetapan penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan melalui proses asesmen yang cermat. Proses ini akan berbasis data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
Data hasil asesmen tersebut kemudian akan disahkan oleh kepala daerah setempat, sebelum akhirnya diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Data yang telah disahkan ini akan menjadi dasar bagi SPPG dalam memberikan pelayanan gizi.
Sasaran utama dari program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian, serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian. Kriteria ini memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews