Mensos ingatkan pentingnya dukungan sosial bagi korban bencana alam
Merdeka.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan terhadap relawan mengenai teknis dukungan psikososial bagi korban bencana dan kerusuhan sosial di Hotel Novotel, Gajah Mada, Jakarta, Rabu (17/5). Menurut Khofifah, layanan dukungan saiko sosial sesuai rencana penanggulangan bencana (RPB), itu ada delapan cluster.
Khofifah mengatakan, salah satu cluster yang menjadi tujuan Kementerian Sosial adalah tanggap darurat yang telah disepakati dalam rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2015. Karena tanggap darurat bisa juga dilakukan untuk korban yang mengalami trauma healing atau trauma saiko sosial.
"Akhirnya 2015 disepakati pada cluster tidak hanya pada penyiapan tempat pengungsian dan suport logistik. Tetapi juga pada saat yang sama dilaksanakan dukungan saiko sosial. Trauma healing (penyembuhan) atau trauma konseling," ujar Khofifah di lokasi kegiatan.
Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini menilai, dukungan psikososial sangat penting bagi korban yang mengalami bencana dan mengalami trauma. Terlebih trauma yang dialami orang dewasa lebih sering dari pada trauma yang dialami anak-anak.
"Karena sesungguhnya yang sering mengalami trauma dan bahkan yang ada syok, ada yang stress, ada yang depresi, justru para orangtua. Yang terutama adalah lansia, ibu hamil," ujar Khofifah.
Dia melanjutkan, dukungan saiko sosial ini harus di bagi dalam kelompok yang berbeda. Menurut Khofifah untuk kelompok rentan yang didalamnya meliputi lansia, ibu hamil, dan difable.
Sementara itu, ungkap Khofifah, saat ini Kemensos telah menyiapkan sedikitnya 33 ribu Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Hal tersebut, kata dia, disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang kerap dan setiap saat melanda wilayah Indonesia.
Adapun dari 33 ribu Tagana tersebut ada 5.300 personel yang sudah dibekali dan memiliki kemampuan psikososial kepada masyarakat. Namun, jumlah ini kemungkinan akan bertambah tergantung jenis bencana alam di setiap daerah.
"Sekitar 5.300 dari Tagana, kita tidak bisa, itu cukup atau tidak cukup. Karena biasanya gini, kalau terjadi tapi tentu kita tidak berharap ada bencana alam," ujar Khofifah.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya