Menpora: Olahraga dan sepak bola jangan jadi kuburan massal!
Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyesalkan aksi pengeroyokan sejumlah suporter Persib hingga menewaskan seorang suporter Persija. Menurut Imam, sepak bola seharusnya menjadi pemersatu bangsa bukan ajang peperangan ataupun tempat kuburan massal.
"Sepak bola dan olahraga seharusnya menjadi tempat pemersatu bangsa. Harusnya juga menjadi hiburan semata sekaligus wahana untuk melahirkan prestasi yang gemilang dan menggembirakan bukan arena peperangan apa lagi permusuhan satu sama lain," kata Imam di Kemenpora, Jakarta, Selasa (25/9).
Imam mengatakan, sepak bola ataupun olahraga lainnya sejatinya harus bisa menjadi pemersatu bangsa. Bukan menjadi tepat untuk melanggengkan permusuhan antar pihak.
"Olahraga bukanlah tempat untuk mengungkapkan kebencian-kebencian apalagi melanggengkan permusuhan satu sama lain. Dan yang paling penting olahraga dan sepak bola jangan jadikan kuburan massal. Karena sudah tak terhitung korban baik fisik maupun nyawa yang begitu saja," ungkapnya.
Seperti diketahui, Haringga menjadi korban pengeroyokan oleh supporter klub sepak bola Persib. Sesaat setelah kejadian, polisi mengamankan lima orang. Dari pengembangan, satreskim kembali menangkap sekitar 16 orang. Dari jumlah itu, polisi menetapkan delapan orang tersangka dengan umur yang bervariasi.
Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SMR (17), DFA (16), Joko Susilo (31). Mereka terancam hukuman lebih dari tujuh tahun penjara.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya