Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkominfo: Ada IP Address Penyebar Hoaks Lewat Twitter Salah Satunya di Eropa

Menkominfo: Ada IP Address Penyebar Hoaks Lewat Twitter Salah Satunya di Eropa Rudiantara mengungkap terkait kerusuhan di Papua. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengungkap terkait kerusuhan di Papua yang didominasi penyebarannya hoaks lewat media sosial Twitter. Adapun terlihat ada IP Address yang diduga menyebarkan informasi hoaks lewat media sosial tersebut, salah satunya ada di benua Eropa. Namun pelaku yang melakukan hal tersebut menurut dia bukan dari negara asal.

"Dari salah satu negara di Eropa. Tapi banyak ada 20 negara dari. Saya katakan bukan dari warga negara tersebut tapi dari negara tersebut mentionnya kan bisa ditracking," kata Rudiantara di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Rudiantara mengucapkan hoaks yang bersumber dari dalam negeri biasanya menggunakan pesan singkat atau sms. Sementara untuk luar negeri paling banyak dilakukan lewat twitter. Dia mengatakan pihaknya sudah memfilter kabar hoaks tersebut. Ada beberapa kriteria kata dia berita itu dikatakan tidak benar. Salah satunya yaitu berbau mengadu domba.

"Saya kasih contoh, kalau beritanya ada macam-macam kalau di informasi masih rendah tapi kalau sudah menghasut sudah mengadu domba itu sidah keterlaluan," ungkap Rudiantara.

Sebelumnya diketahui Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, terdata ada sebanyak 52 ribu konten hoaks terkait kerusuhan di Papua yang didominasi penyebarannya lewat media sosial Twitter. Dari situ, ada dugaan elit asing turut ikut menyebarkan konten hoaks.

"Twitter yang mendominasi, baru Facebook. Kalau Twitter, berarti bukan melibatkan golongan akar rumput lagi tapi udah middle ini. Elite dalam negeri dan luar negeri," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Pasalnya, lanjut Dedi, dari penelusuran konten hoaks kerusuhan Papua, beberapa di antaranya terdeteksi diproduksi oleh akun dengan domisili di luar negeri.

"Dengan pertimbangan itu, maka sementara dibatasi dulu (internet). Nggak di blok, dibatasi dulu, untuk menghindari berita hoaks itu meluas di masyarakat dan memicu anarkis terjadi," jelas dia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP