Menko Luhut targetkan polemik lahan bandara kulonprogo selesai April 2018
Merdeka.com - Rencana pembangunan Bandara Kulonprogo atau lebih dikenal New Yogyakarta International Airport (NYIA) masih menuai polemik. Penolakan dari masyarakat datang silih berganti. Bahkan, tindak kekerasan muncul dalam proses pembebasan lahan dan relokasi warga.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan berharap proyek ini bisa rampung sesuai target. Persoalan pembebasan lahan warga diharapkan selesai tahun ini.
"Tinggal masalahnya ada (warga terdampak) yang mereka belum datang ambil duitnya (pembebasan lahan NYIA) karena masalah administrasi. Ada yang di antara keluarga (terdampak) masih belum cocok. April akan selesai semua," tegas Luhut di Sheraton, DIY, Jumat (9/2).
Selain itu, Luhut juga meminta jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur bisa segera terhubung. Ini perlu dilakukan untuk mencapai target dua juta wisatawan yang akan datang ke objek wisata Candi Borobudur pada 2019. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.
"Tadi Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) menargetkan dua juta turis. Atau USD 2 miliar penerimaan (dari kunjungan turis ke Candi Borobudur) di tahun 2019," ujar Luhut.
Mantan Menko Polhukam ini melanjutkan, untuk mencapai target dua juta wisatawan itu, perlu sinergisitas sejumlah kementerian. Diantaranya Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Terpisah, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyampaikan untuk jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur akan melintasi perbukitan Menoreh. Saat ini, proses pembuatan jalan penghubung tersebut sudah dalam proses pengerjaan.
"Bedah Menoreh adalah jalan dari airport (NYIA) menuju Borobudur sepanjang 62 kilometer. Tahun ini kami akan membebaskan jalan yang buntu sepanjang 6 kilometer. 90 persen (jalan) sudah dikerjakan. 2019 akhir ditarget selesai," ucap Hasto.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya