Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes Nilai RS Mitra Keluarga Berlebihan Istirahatkan 73 Tenaga Medis

Menkes Nilai RS Mitra Keluarga Berlebihan Istirahatkan 73 Tenaga Medis RS Mitra Keluarga. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan tenaga medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok (RS MKD) dilaporkan pernah berinteraksi dengan dua pasien Corona yang kini dirawat di RSPI SS Jakarta. Saat ini 73 tenaga medis tersebut dirumahkan sementara.

Kabar ini sudah sampai ke telinga Menteri Kesehatan Terawan. Dia menyentil direksi Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok yang mengistirahatkan sementara tenaga medis di rumah.

"Itu berlebihan lah. Mereka ini kan orang dengan pengawasan (ODP) yang sebenarnya bisa beraktivitas normal (bekerja)," kata Terawan di Depok, Senin (2/3).

Menurutnya ODP bisa menjalankan aktivitas secara normal dan tidak perlu dilakukan isolasi. Karena ini justru akan membuat pemahaman yang salah karena mereka seolah dianggap sebagai orang yang terpapar.

"Sebenarnya dia cukup pakai masker dan berangkat (kerja) lagi. Tidak ada masalah," ungkapnya.

Menurutnya, pemantauan jarak jauh justru tidak efektif. Jika mereka tetap beraktivitas kerja seperti biasa, akan memudahkan pihak rumah sakit dalam melakukan pemantauan.

"Jadi harusnya sih tidak perlu itu (diistirahatkan di rumah)," ucapnya.

Pemakaian masker pun hanya digunakan bagi mereka yang sakit. Sedangkan bagi yang sehat tidak dianjurkan memakai masker. "Jadi bisa di bedakan dan jangan dijadikan public enemy bagi yang memakai masker," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sesaat setelah berita dua warga Depok terkena Corona, pihak rumah sakit langsung melakukan pendataan tenaga medis yang berinteraksi dengan pasien. Tercatat ada 73 tenaga medis RS MKD yang pernah kontak dengan kedua pasien. Setelah itu, para tenaga medis itu pun dirumahkan sementara.

Tindakan tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit di lingkungan RS. Para tenaga medis untuk sementara dilakukan pemantauan dari jarak jauh. Pemantauan dilakukan setidaknya dua pekan. Setelah dipastikan tidak terinfeksi baru mereka bisa beraktivitas kembali.

Jajaran direksi RS MKD langsung menggelar rapat terbatas dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, RSUD Depok dan Sekda Depok. Rapat dilakukan di lantai tiga gedung Baleka tepatnya di ruang Dinkes Depok.

Rapat selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Namun tidak satu pun pihak direksi yang bersedia memberikan keterangan. Saat keluar dari ruang rapat, mereka langsung pergi bergegas.

Jajaran direksi terlihat keluar dari ruang rapat menggunakan masker. Dengan langkah tergesa, rombongan direksi pergi tanpa menghiraukan pertanyaan wartawan.

Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad mengatakan saat ini sejumlah tenaga medis di RS Mitra Keluarga Depok masuk dalam pemantauan. Menyusul sempat dirawatnya pasien positif terinfeksi virus corona di rumah sakit tersebut.

"Kami juga minta terus terang dari Rumah Sakit Mitra karena katanya ada perawat yang terkena juga," tutur Idris di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Senin (2/3).

Menurut Idris, selain petugas medis juga ada beberapa pasien lain yang akan ditelusuri keberadaannya lantaran turut diduga berinteraksi dengan korban virus corona.

"Ada beberapa pasien yang sudah pulang dan berinteraksi dengan keluarganya. Saya akan minta datanya kediamannya, untuk segera ditangani," jelas dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP