Menkes klaim kasus Difteri menurun setelah dilakukan ORI

Kamis, 28 Desember 2017 18:04 Reporter : Nur Habibie
Menkes Nila Djuwita di KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengaku bahwa setelah pihaknya melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), penderita Difteri terus mengalami penurunan. ORI sendiri sudah dilakukan sejak awal Desember di sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

"Setelah ORI jelas menurun. Setiap daerah menemukan KLB dia sergap di daerah dia sendiri, begitu caranya. Sudah mulai menurun," kata Nila usai acara peresmian Gedung Perawatan VIP dan VVIP Anton Sudjarwo di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri, Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (28/12).

Sayangnya, dirinya tak membeberkan secara rinci presentase penurunan penderita Difteri. Tapi, menurutnya sejak 25 Desember 2017, pihaknya sudah tidak menerima peningkatan soal laporan terkait persebaran KLB Difteri.

"Kita pakai laporan per minggu, memang minggu Desember pertama itu meningkat tinggi kemudian drop di minggu terakhir," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menyebut soal persediaan vaksin di Indonesia pihaknya akan terus melakukan ORI dan vaksin untuk ORI sendiri disebutnya cukup. Karena saat ini sudah tersedia 15,5 juta vaksin dan PT Bio Farma juga tetap membuat.

"Jadi Bio Farma bekerja keras di tahun depan membuat karena kurang lebih berjumlah 42 juta jiwa kita harus tangani beri ORI. Tentu kita pastikan vaksin ini cukup dan buatan kita sendiri," tandasnya.

Saat ini untuk di setiap daerah telah terdapat Public Health Emergency Organisation (PHEOC). Dari PHEOC ini, laporan mengenai penyebaran Difteri masuk dan Menkes meminta dari Dinkes daerah melalui PHEOC juga aktif menerima laporan. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.