KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menhub beberkan kesuksesan pemerintah bangun daerah terluar RI

Minggu, 13 Agustus 2017 02:31 Reporter : Purnomo Edi
Menteri dan Gubernur Jateng Konser Bareng di Ospek UGM. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Sembilan cita-cita yang dituangkan Presiden Jokowi ke dalam Nawa Cita menjadi ruh bagi pembangunan Indonesia. Salah satu poin dari Nawa Cita adalah pemerataan dengan sasaran daerah terpencil dan terluar.

"Nawa Cita adalah ruh pembangunan di Indonesia. Saat ini yang dilakukan pemerintah adalah membangun daerah terluar yaitu kawasan Entikong," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (12/8).

Budi Karya menerangkan, Entikong merupakan wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Dahulu, kawasan Entikong, kata Budi Karya, merupakan daerah tertinggal.

"Di tempat terujung, terpinggir, batas antara Indonesia dan Malaysia itu ada yang namanya Entikong. Entikong adalah suatu pos lintas batas dengan Malaysia, yang dulu itu lusuh, sekarang di era Pak Jokowi mulai berbenah. Saat ini kondisinya begitu megah dan bagus," urai Budi Karya.

Apa yang dilakukan pemerintah Jokowi di kawasan Entikong dianggap oleh Budi Karya sebagai kebanggaan Indonesia. Saat ini, lanjut Budi Karya, jalan di Entikong sangat mulus dari ujung ke ujungnya.

Budi menceritakan, belum lama ini dirinya baru saja mendamping Jokowi meresmikan tiga pelabuhan. Salah satunya pelabuhan di Halmahera Tengah.

"Pak Jokowi waktu datang ke sana (Halmahera Tengah) sampai mereka (warga) itu nangis. Satu kampung datang, penuh. Mereka begitu mengapresiasi kehadiran bapak presiden di pelabuhan. Warga sana bilang ternyata bapak presiden tidak hanya memperhatikan Jawa saja, tapi juga di Maluku Utara, wilayah yang belum tersentuh," tutur Budi Karya.

Selain membangun di Entikong, Pemerintahan Jokowi juga membangun Bandara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Bandara tersebut diklaim Budi Karya bisa menjadi simbol kedaulatan negara, yang jaraknya hanya sekitar 92 kilometer dari Negara Filipina.

"Bahkan di suatu pulau, yang cuma dihuni ratusan orang, kami membangun Bandara Miangas. Bandara ini bisa dijadikan simbol kedaulatan negara. Tapi kalau bicara hasil (pembangunan) yang paling pantas merasakan adalah rakyat. Bagaimana pemerintah berbuat dan rakyat yang bisa berkomentar," tutup Budi Karya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.