Menhan ingatkan tentara: Jangan berangan-angan jadi kepala daerah

Jumat, 4 Mei 2018 23:05 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan seluruh Prajurit TNI menjaga loyalitasnya kepada bangsa dan negara. Sebab, tanpa kepatuhan dan loyalitas, perjalanan bangsa Indonesia akan tersendat.

Menhan menegaskan, loyalitas ibarat mesin mobil. Jika loyalitasnya separuh-separuh maka akan mogok. Kalau tak ada loyalitas maka tidak akan jalan.

"Loyalitas bagi seorang prajurit sangat penting dan nomor satu," kata Menhan saat menyambangi Markas Batalyon 467 Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Jumat (4/5). Seperti dilansir Antara.

Ryamizard mengingatkan semua prajurit untuk melaksanakan tugas dengan hati dan penuh tanggung jawab serta bekerja profesional sesuai dengan aturan yang ada.

"Saya menghayati tugas saya sebagai prajurit. Saya betul-betul mencintai prajurit dan mencintai bangsa dan negara," ujar Ryamizard yang mengenakan seragam Paskhas lengkap dengan baret jingga.

Selain menekankan tanggung jawab dan loyalitas, Ryamizard juga mengingatkan seluruh prajurit untuk fokus terhadap tugas. Dia minta prajurit tidak menjadikan institusi TNI hanya sebagai pintu masuk ke dunia politik.

"Jadi kita cita-cita masuk tentara ini adalah untuk menjadi prajurit profesional. Tugas itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Ini masuk tentara sudah berangan-angan jadi apa. Waduh ini rusak, jadi bupati, gubernur atau menjadi kepala daerah. Kalau diberi jalan ya okelah, tapi jangan minta-minta. Minta-minta itu pengemis, kalau dikasih, Alhamdulilah," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Dia juga meminta seluruh prajurit TNI mengutamakan sikap rendah hati dan menjaga kewibawaannya untuk mengayomi masyarakat.

"Kalian ini pemimpin bukan mencari masalah tapi menyelesaikan masalah. Pemimpin itu harus pandai merasa, bukan merasa pandai. Merasa pandai itu sombong. Tentara enggak boleh gitu, tentara itu mengayomi dan menjaga persatuan bangsa," katanya.

Menhan mengingatkan, sebagai Prajurit TNI yang profesional harus menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi yang harus ditaati.

"Sebagai TNI yang profesional dan kepribadian maka kalian harus menjadikan hukum dan peraturan perundang-undangan sebagai panglima tertinggi yang harus ditaati dan dihormati," katanya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Menhan
  2. Ryamizard Ryacudu
  3. TNI
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini