Mengunjungi wisata arena adu domba di hutan Kota Bandung
Merdeka.com - Tradisi adu domba di hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, sepertinya tinggal sejarah. Sudah tujuh bulan terakhir ini tidak ada kegiatan. Hanya menyisakan artefak pamidangan (arena) yang tampak klasik.
Meski sudah tidak ada kegiatan, pamidangan adu domba di Babakan Siliwangi masih bisa dikunjungi masyarakan umum, sebagai lokasi wisata gratis di tengah kota. Lokasinya berada di bagian dalam hutan yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Pamidangan adu domba berdiri di antara pepohonan yang masih rimbun. Bangunan arena adu domba itu tampak sederhana; ada empat bangunan kayu mengitari lapangan persegi panjang sebagai arena domba-domba bertarung.

Bangunan dengan tiang kayu tersebut dibuat khusus untuk penonton atau para pemilik domba. Atapnya terbuat dari asbes dan seng, sedangkan tiangnya dari kayu dolken.
Bangunan untuk penonton dibuat lebih lebar dari bangunan lainnya. Tempat duduk pengunjung dibuat menyerupai tangga atau tribun dengan posisi memanjang. Sementara bangunan lainnya lebih mirip podium dengan lantai datar.
Di luar arena, tampak patok-patok besi yang ditancapkan ke tanah. Patok tersebut dipakai untuk mengikat domba adu. Para domba adu yang sudah dihias biasanya duduk di sekitar patok menanti giliran masuk arena.
Pamidangan adu domba bisa diakses melalui pintu masuk yang ada di Jalan Siliwangi, masih satu pintu dengan sarana olagraga Sasana Budaya Ganesha. Di lokasi ini selain bisa menikmati pemandangan alam, juga bisa sekalian berolahraga.
Tommy Dermawan, 54 tahun, seniman Sanggar Olah Seni yang berkegiatan di lingkungan Babakan Siliwangi mengatakan, usia pamidangan domba sudah sangat tua.
"Pamidangan domba itu dari tahun 70-an. Terakhir kegiatan 7 bulan lalu. Sekarang tidak tahu, ada yang bilang tutup," katanya saat berbincang dengan Merdeka Bandung, Minggu (1/11).
Ketika masih aktif, pamidangan sering menggelar kontes adu domba yang diadakan setiap akhir pekan di awal bulan. Pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan domba adu umumnya didatangkan dari Garut, daerah yang memang terkenal dengan domba aduan.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya