Mengintip Sejarah Judi dan Kasino di Jakarta, Uangnya Buat Bangun Fasilitas Umum

Kamis, 10 Oktober 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Mengintip Sejarah Judi dan Kasino di Jakarta, Uangnya Buat Bangun Fasilitas Umum Kasino terselubung di Apartemen Robinson. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Polisi membongkar praktik judi kasino di Apartemen Robinson, Jakarta. 133 orang ditangkap, 91 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari 42 tersangka sebagai penyedia kegiatan perjudian dan 49 tersangka sebagai pemain judi.

Mereka melakukan praktik judi di lantai 29 dan lantai 30 untuk ruangan khusus kalangan tertentu saja. Selama penggerebekan, polisi menemukan banyak barang bukti dan informasi penting lainnya. Fantastisnya, kasino ini beromzet Rp700 juta per hari.

Sesungguhnya, judi dan kasino bukan barang baru bagi Jakarta. Di era Gubernur Ali Sadikin pada periode 1966-1977, judi pernah dilegalkan. Saat itu, Gubernur Ali bingung bagaimana caranya membangun Jakarta yang hanya memiliki kas dengan jumlah sedikit.

Akhirnya dia melegalkan dan melokalisasi judi kasino dan memungut pajak darinya untuk membangun berbagai fasilitas ibu kota. Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

Ali Sadikin Mengesahkan & Melokalisasi Judi di Jakarta

Semasa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, belum banyak fasilitas di Jakarta yang dibangun. Akhirnya Ali mencari cara untuk bisa membangun segala fasilitas penting, seperti rumah sakit hingga jalan raya. Jalan keluar ditemukan. Ali menggunakan pajak judi untuk membangun fasilitas-fasilitas tersebut.

Jalan keluar tersebut tentu saja berdasar pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 1957, pemerintah daerah berhak memungut pajak dari judi. Alhasil, judi kasino dilegalkan dan dilokalisasi di Jakarta.

"Untuk apa mereka menghambur-hamburkan uang di Macao. Lebih baik untuk pembangunan di Jakarta saja dan waktu itu saya jelaskan bahwa DKI memerlukan dana untuk membangun jalan, sekolah, puskesmas, pasar dan lain-lain," kata Ali Sadikin.

"Saya sahkan judi itu. Mulai dengan lotere totalisator, lotto, dengan mencontoh dari luar negeri. Lalu dengan macam-macam judi lainnya. Sampai kepada Hwa Hwe," kata Ali.

2 dari 3 halaman

Pendapatan Jakarta Meningkat

Semenjak mendapat pajak dari judi kasino, pendapatan DKI Jakarta meningkat. Dalam 10 tahun, anggaran pembangunan DKI yang semula Rp66 juta menjadi Rp89 miliar.

Dari hasil pajak itu, Ali akhirnya membangun beragam fasilitas daerah, seperti sekolah, puskesmas, hingga pasar.

3 dari 3 halaman

Tempat-Tempat Kasino di Jakarta

Selama masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, beberapa tempat dijadikan kasino. Tempat itu seperti lantai bawah Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, di Petak Sembilan (PIX), Jakarta Barat, serta di Hai Lai, Ancol.

Kemudian di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Proyek Senen dan Petak Sembilan di daerah Glodok.

Meski begitu, kasino-kasino itu hanya untuk golongan tertentu saja atau warga negara asing alias bukan buat orang Islam.

"Kalau ada orang Islam yang berjudi itu bukan salah gubernur, tetapi ke-Islaman orang itu yang bobrok dan sebagai umat Islam saya sendiri tidak pernah berjudi," kata Ali dalam Akhir Sejarah Kasino Indonesia. [dan]

Baca juga:
Jadi Tempat Judi Kasino, Apartemen Robinson Berdiri Sejak 1996
Anies Klaim Kasino di Apartemen Robinson Terbongkar Berkat Adanya Pergub DKI
Fakta-Fakta Judi Kasino Kelas Kakap di Apartemen Robinson, Per Hari Rp700 Juta
Gerebek Kasino di Apartemen Robinson Penjaringan, 133 Orang Dicokok Polisi
Penampakan Kasino Terselubung di Apartemen Robinson

Topik berita Terkait:
  1. Kasino
  2. Perjudian
  3. Ali Sadikin
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini