Mengintip Kondisi Cabang Ayam Goreng Widuran Solo di Jalan Arifin usai Geger Makanan Non-Halal

RM Ayam Goreng Widuran di Jalan Sutan Syahrir tidak beroperasi sejak Senin kemarin.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Mengintip Kondisi Cabang Ayam Goreng Widuran Solo di Jalan Arifin usai Geger Makanan Non-Halal
Ayam Widuran Solo Cabang Jalan Arifin (merdeka)

Kondisi Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Widuran di Jalan Sultan Syahrir dan Jalan Arifin Solo, Selasa (27/5) pagi sepi. Kedua rumah makan memang sudah ditutup sejak kasus non-halal viral di media sosial.

RM Ayam Goreng Widuran di Jalan Sutan Syahrir tidak beroperasi sejak Senin kemarin, setelah Wali Kota Solo Respati Ardi melakukan sidak ke warung legendaris itu. Sementara RM Ayam Goreng Widuran di Jalan Arifin telah tutup beberapa hari sebelumnya.

"Dari pagi tadi tidak ada karyawan yang ke sini, sejak ditutup kemarin tidak ada yang datang," ujar Marwoto, warga setempat.

Dikatakannya, warung dua lantai di kampung Widuran selalu ramai pembeli. Terutama saat makan siang maupun makan malam. Selain dimakan di tempat, banyak juga warga yang memesan nasi kotak untuk konsumsi acara.

"Tiap hari ramai, kalau liburan lebih ramai," ungkapnya.

Berbeda dengan RM Ayam Goreng Widuran di Jalan Arifin. RM ini tidak beroperasi lebih awal. Yakni sekitar 3 hari sebelum yang di Sutan Syahrir ditutup Pemkot Solo.

"Kalau yang di sini tutupnya lebih dulu mas. Sejak viral di ICS (info cegatan Solo) 3 atau 4 hari lalu," ungkap Asmoro (45) pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

Menurut Asmoro RM di depan kios PKLnya itu lebih ramai saat liburan dibanding hari biasa.

"Tiap hari ramai, tapi lebih ramai kalau weekend. Meskipun harganya mahal tapi kebanyakan yang datang bermobil dari luar Kota," jelasnya.

Lanjut Asmoro, sejak 3 hari lalu tidak terlihat karyawan maupun pemilik RM datang.

"Biasanya para karyawan itu nginap di lantai 2, ada 3 atau 4 orang. Selain karyawan bosnya juga tinggal di lantai 3. Tapi ini sepi, enggak tahu pada kemana," ucapnya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta melakukan pengawasan terhadap Ayam Goreng Widuran setelah adanya polemik terkait status halal restoran tersebut.

Pengawasan ini dilakukan selama penutupan sementara yang dilakukan atas arahan Wali Kota Solo, Respati Ardi, untuk melakukan assessment ulang.

"Satpol PP melakukan pengawasan baik secara fisik maupun terhadap penjualan Ayam Goreng Widuran selama penutupan sementara," ucap Kepala Satpol PP Surakarta, Didik Anggono.

Rekomendasi