Mengintip Kekayaan Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK: Meroket dalam 6 Tahun, dari Ratusan Juta jadi Belasan Miliar

Syamsul memulai karirnya di dunia eksekutif pada tahun 2017, saat ia terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap mendampingi Tatto Suwarto Pamuji.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Mengintip Kekayaan Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK: Meroket dalam 6 Tahun, dari Ratusan Juta  jadi Belasan Miliar
KPK berhasil menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi tangkap tangan, mengungkap modus Bupati Cilacap korupsi dengan memeras SKPD demi THR Forkopimda dan kepentingan pribadi. (AntaraNews)

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia telah ditetapkan tersangka terkait pemerasan dan penerimaan yang tidak sah di Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Kekayaan Syamsul menarik ditelusuri. Terlihat bahwa kekayaan Syamsul mengalami lonjakan signifikan dalam enam tahun terakhir, mulai dari tahun 2019 hingga 2025.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai peningkatan harta kekayaan Syamsul, penting untuk dicatat bahwa dia merupakan anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Cilacap untuk periode 2021-2026. Karir politik Syamsul dimulai pada tahun 2017, ketika dia terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap mendampingi Tatto Suwarto Pamuji. Puncak karirnya terjadi saat dia berhasil terpilih sebagai Bupati Cilacap dalam Pilkada 2024, berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya.

Setiap tahun, Syamsul rutin melaporkan harta kekayaannya kepada KPK, dan data menunjukkan bahwa kekayaannya meningkat secara signifikan dari tahun 2019 hingga 2025. Pada tahun 2019, Syamsul memiliki aset berupa tanah dan bangunan seluas 3.234 meter persegi di Cilacap yang bernilai sekitar Rp3.000.000.000.

Selain itu, dia juga memiliki empat kendaraan dengan total nilai Rp766.000.000, serta harta bergerak lainnya senilai Rp150.000.000. Kas dan setara kasnya tercatat mencapai Rp946.480.543, dan harta lainnya senilai Rp520.000.000. Jika dijumlahkan, total kekayaannya mencapai Rp5.382.480.543, yang setelah dikurangi utang sebesar Rp5.000.000.000, menghasilkan total kekayaan bersih sebesar Rp382.480.543.

Setelah menjabat sebagai wakil bupati, harta kekayaan Syamsul mulai merangkak naik menjadi Rp 1.738.394.074 pada tahun berikutnya. Lalu, pada tahun 2021, harta kekayaannya kembali meningkat menjadi Rp 4.897.229.732. Ketika Syamsul mencalonkan diri dalam kontestasi Pilkada tahun 2024, kekayaannya tercatat membengkak menjadi Rp 11.215.184.742.

Di tahun 2025, saat dia resmi menjabat sebagai Bupati Cilacap, total harta kekayaannya mencapai Rp 12.039.790.782. Dalam laporan LHKPN, juga tercatat utang sebesar Rp 215.610.000, yang jika dikurangi dari total kekayaan bersihnya, menjadikan total kekayaan bersih Bupati Cilacap sebesar Rp 12.039.790.782.

Rekomendasi