Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengeluh Sesak Napas Karena Kabut Asap, Warga Riau Manfaatkan Pengobatan Gratis

Mengeluh Sesak Napas Karena Kabut Asap, Warga Riau Manfaatkan Pengobatan Gratis Warga Riau Menderita Sesak Nafas Manfaatkan Pengobatan Gratis. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Sejumlah warga dan anak-anak di Pekanbaru memanfaatkan pengobatan gratis yang digelar Satlantas Polresta Pekanbaru, Jumat (13/9). Warga mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Pengobatan gratis ini dilakukan di Jalan Kuras, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Antusias Warga yang datang terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan fasilitas pengobatan gratis, mulai dari orang tua hingga anak anak.

"Akibat kabut asap ini, beberapa warga mengeluhkan gangguan pernapasan,. Tadi ada anak-anak yang batuk datang untuk kita obati secara gratis," ujar Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Emil Eka Putra kepada merdeka.com di lokasi pengobatan gratis HUT Lalu Lintas ke-64.

Emil mengimbau kepada masyarakat terutama pengguna jalan agar menggunakan masker. Karena jarak pandang yang pendek, pengendara juga diimbau agar lebih berhati-hati.

"Keluhan yang banyak diderita warga yakni karena gangguan akibat polusi asap yang semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru," ucap Emil.

Sapni (56), salah satu warga kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan mengaku pengobatan gratis Polres Pekanbaru sangat membantunya dan sang anak.

"Sangat membantu sekali. Karena kondisi asap ini menggangu. Napas sesak, anak-anak juga kasihan pada sakit. Terima kasih bapak dan ibu Polantas dari Satlantas Polresta Pekanbaru," kata Sapni.

Lurah Kampung Baru Yeni Erita yang juga hadir di lokasi pengobatan gratis tersebut sangat bersyukur polisi membantu warga yang sedang dilanda bencana kabut asap.

"Pengobatan gratis di kelurahan kami sangat membantu warga untuk mendapatkan pengobatan apalagi dalam situasi kabut asap saat ini," kata Yeni.

Kabut asap berdampak ke segala aspek kehidupan di Riau. Semua sekolah mulai dari SD hingga SMA bahkan mahasiswa diliburkan. Selain itu, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sempat mengalami lumpuh pada Jumat pukul 07.00 WIB. Hingga akhirnya penerbangan kembali normal pukul 09.00 WIB.

Ribuan warga Riau juga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Seluas 40 ribu hektare lahan di Riau terbakar sejak awal Januari 2019 hingga saat ini. 177 titik api muncul di sejumlah kabupaten akibat kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah warga juga mulai mengungsi keluar Riau untuk mendapat udara segar.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP