Mengejutkan! Perubahan Strategi Adhyaksa FC di Menit Akhir Kunci Kemenangan Dramatis atas Persiraja 3-2
Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, mengungkapkan **perubahan strategi Adhyaksa FC** di menit-menit terakhir menjadi faktor penentu kemenangan 3-2 atas Persiraja Banda Aceh. Apa rahasianya?
Adhyaksa FC berhasil mencatatkan kemenangan penting dalam laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026. Tim ini sukses menundukkan tuan rumah Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 3-2. Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, pada Sabtu malam.
Kemenangan tandang ini menjadi sorotan utama setelah pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, membeberkan rahasia di baliknya. Ade menyatakan bahwa kunci keberhasilan timnya adalah **perubahan strategi Adhyaksa FC** yang dilakukan secara mendadak. Keputusan taktis ini diambil hanya beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.
Perubahan formasi tersebut dipicu oleh absennya dua gelandang utama Persiraja yang merupakan pilar penting tim lawan. Strategi berani untuk mengubah pendekatan dari defensif menjadi lebih ofensif terbukti sangat efektif. Hal ini memungkinkan Adhyaksa FC untuk mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit awal dibunyikan.
Perubahan Taktik Drastis Menjelang Laga
Ade Suhendra menjelaskan bahwa rencana awal Adhyaksa FC adalah bermain dengan lima bek untuk memperkuat pertahanan. Namun, rencana tersebut berubah drastis setelah tim pelatih melihat susunan pemain Persiraja yang tidak menyertakan dua gelandang andalan mereka.
“Diawal kita sebenarnya mau defense dengan lima bek. Tapi setelah kita lihat Matheus dan Fitra (gelandang Persiraja) tidak masuk susunan pemain, akhirnya kita pakai empat bek,” kata Ade Suhendra dalam jumpa pers usai pertandingan.
Dengan absennya Matheus, pemain asing asal Brazil, serta Fitra Ridwan, Adhyaksa FC memutuskan untuk mengadopsi strategi yang lebih menyerang. Perubahan ini memungkinkan mereka untuk menaikkan salah satu pemain belakang menjadi gelandang, sehingga tim dapat lebih leluasa menguasai area tengah lapangan.
Absennya Pilar Persiraja Jadi Pemicu
Keputusan untuk mengubah strategi ini bukan tanpa dasar. Ade Suhendra mengungkapkan bahwa timnya sempat mengamati pertandingan persahabatan Persiraja melawan Barito beberapa waktu lalu. Dalam laga tersebut, kedua pemain tengah, Matheus dan Fitra, menunjukkan performa yang sangat merepotkan lawan.
“Tadinya kita berpikir kalau Matheus main, kita mungkin tunggu dengan lima pemain belakang supaya tidak gampang di buka area-areanya sama Matheus dan Fitra,” ujarnya. Namun, dengan absennya mereka, Adhyaksa FC menjadi lebih berani untuk melancarkan serangan dan sempat unggul 3-0 di awal pertandingan.
Ade Suhendra menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan ini dan berhasil meraih tiga poin tandang. Ia juga mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah menjalankan strategi dengan baik. “Hasil ini kita syukuri, dan ke depan lebih baik lagi,” tambah Ade.
Persiraja Akui Kehilangan Ritme Permainan
Di sisi lain, pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas, tidak menampik bahwa absennya beberapa pemain kunci sangat memengaruhi performa timnya. Ia mengakui bahwa tim berjuluk Lantak Laju tersebut kehilangan ritme permainan akibat tidak hadirnya tiga pilar di lini tengah.
“Sama-sama kita tahu bahwa selama ini kita bermain dengan Dadang, Matheus dan Fitra, ketiganya malam ini tidak bisa bermain,” jelas Akhyar Ilyas. Ketidakhadiran ketiga pemain ini memang sangat terasa di lapangan.
Akhyar menambahkan bahwa absennya Dadang, Matheus, dan Fitra secara signifikan mengubah ritme permainan Persiraja. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan timnya kesulitan menghadapi **perubahan strategi Adhyaksa FC** yang lebih ofensif.
Sumber: AntaraNews