Mengaku bawa bom, penumpang Lion Air diamankan di Bandara Makassar
Merdeka.com - Seorang penumpang Lion Air berinisial ST diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) tujuan Bandar Udara Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB). Ia diamankan setelah mengaku membawa bom di tas ketika proses masuk ke pesawat (boarding).
ST mengaku ke salah satu awak kabin (flight attendant/ FA) adanya bom dalam barang bawaan, saat akan dimasukkan ke kompartemen kabin," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya, Sabtu (5/5).
Polisi kemudian menjalankan tindakan menurut standar penanganan ancaman bom dengan melakukan lakukan pengecekan ulang (screening) pada pesawat; 207 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan empat bayi; semua barang bawaan serta kargo. Dengan kerjasama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec) proses pemeriksaan diselesaikan secara tepat dan benar.
"Hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan," ujar dia.
Lion Air telah menyerahkan ST ke avsec Angkasa Pura I cabang Makassar, otoritas bandar udara beserta pihak berwenang guna menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut. Penerbangan JT 787 telah diberangkatkan dengan jadwal terbaru pada pukul 18.55 WITA dari jadwal semula pukul 17.35 WITA dan telah mendarat di Juanda pada 19.30 WIB.
"Lion Air menginformasikan, kondisi itu berpotensi menyebabkan delay pada rute dari Surabaya ke Makassar dan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW). Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar jaringan penerbangan lainnya tidak terganggu."
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya