Menengok Lockdown ala Kampung di Sleman

Sabtu, 28 Maret 2020 02:35 Reporter : Purnomo Edi
Menengok Lockdown ala Kampung di Sleman Menengok LockDown ala Kampung di Sleman. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Sejumlah kampung di daerah Kabupaten Sleman, DIY menerapkan aturan lockdown lokal. Aturan lockdown ini menjadi respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus Corona.

Ketua RT 01 Dusun Randu, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem Wantoro (39) menerangkan jika warga di wilayahnya memasang spanduk lockdown. Wantoro menerangkan jika lockdown ini adalah sebuah pesan bagi warganya yang merantau. Pesan agar para perantau tak pulang dulu ke Sleman.

"Ini sebagai pesan untuk mengantisipasi warga kami yang ingin pulang. Disebarkan oleh keluarga kepada keluarga di luar kota untuk menunda pulang. Sudah mulai tersampaikan. Beberapa warga (perantau) Jakarta sudah mau pulang dengan imbauan lockdown bahwa warga yang mau pulang tidak jadi pulang," ujar Wantoro, Jumat (27/3).

Menurut Wantoro ide penerapan lockdown ini adalah spontanitas dari warga. Warga, sambung Wantoro terinspirasi dari lockdown yang diterapkan di luar negeri.

Meskipun demikian Wantoro menyebut lockdown bukan berarti melarang semua orang yang bukan warga masuk ke wilayah. Lockdown yang diterapkan ini lebih pada konsep membatasi masuknya orang dari luar wilayah ke wilayahnya.

"Tidak seperti lockdown di luar negeri, hanya istilahnya saja kami pinjam. Ini bertujuan untuk mengantisipasi bebasnya orang luar seperti pemulung, sales dan warga luar masuk di wilayah kami," tutur Wantoro.

Wantoro menjelaskan jika hanya jalur utama yang ditutup oleh warga. Namun warga bisa masuk melalui dua akses jalan alternatif yang ada. Wantoro menambahkan jika di dua akses jalan itu, ada warga yang berjaga dan mendata keluar masuknya orang ke dalam kampung.

Menanggapi hal ini, Bupati Sleman Sri Purnomo pun melontarkan komentarnya. Sri mengapresiasi kesadaran warga untuk mendata warga yang keluar masuk ke sebuah wilayah.

Sri Purnomo menambahkan jika apa yang dilakukan warga tersebut adalah sebuah bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona.

"Saya pikir itu hal yang bagus saja. Masyarakat rata-rata sudah paham mulai hati-hati terhadap pendatang itu menunjukkan masyarakat sadar kesehatan wilayahnya jangan sampai corona virus masuk dusun itu," urai Sri Purnomo. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini