Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok lapak dagang atribut partai di deklarasi #2019GantiPresiden

Menengok lapak dagang atribut partai di deklarasi #2019GantiPresiden lapak atribut 2019 ganti presiden di CFD. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Relawan aksi #2019GantiPresiden memadati area Patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda Monas), Silang Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (6/5). Tak luput para pedagang juga meramaikan dengan berjualan pakaian aksesoris bernada ganti presiden. Namun juga ditemukan dagangan beratribut partai Gerindra dan PKS.

Pantauan merdeka.com, ada dua lapak yang menjual aksesoris beratribut partai. Satu lapak milik Rizal (46) yang menjual hiasan kulkas dengan lambang PKS disertai angka 8 yang merupakan nomor urut pada Pemilu 2019.

Rizal mengaku membawa aksesoris tersebut karena kebetulan sedang ada dalam stok. Dia mengatakan memang biasa berjualan barang partai.

Bahkan, biasanya dia juga menjual benda dengan atribut PBB dan PAN, hanya kebetulan saja sedang kehabisan. Rizal menuturkan barang tersebut dia dapat dari tempat sablon yang biasa membuat atribut partai di Bandung.

"Karena kebetulan ada barangnya aja. Ada PBB, PAN, PKS," ujarnya kepada merdeka.com.

Di sebelah Rizal ada satu lapak yang menjual barang beratribut Partai Gerindra. Di lapak tersebut menjual bordiran berlambang Garuda Partai Gerindra, juga topi berlambang sama di antara tumpukan topi #2019GantiPresiden.

Ketika disambangi, penjual terlihat enggan diwawancarai. Barang tersebut, menurut penjual, merupakan pesanan seseorang yang tinggal di Maluku. Ketika ditanya apakah orang tersebut kader partai, si pedagang malah menjawab ketus.

"Pesenan dari orang maluku. Mas jangan ganggu saya lagi dagang," jawab pedagang yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

sebelumnya, Wakil Gubernur DKI, sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pemilu 2019 Gerindra, Sandiaga Uno, menegaskan, tidak boleh ada yang menjual ataupun membagikan kaos bermuatan politik di Car Free Day (CFD). Hal ini menyusul adanya kegiatan politik di CFD Minggu 29 April 2018 kemarin. Dimana, diduga mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan dan intimidasi.

"Iya dan kegiatan berbasis politik dilarang. Itu UKM kan jualan. Kita pastikan baju tak berkonten politik. agak sulit, tetapi kita bisa mencoba melakukan pengawasan untuk para UKM-UKM yang mendapat izin," ucap Sandiaga.

Sebelumnya, diketahui, Relawan #2019GantiPresiden memastikan akan tetap mendeklarasikan gerakan mereka di Taman Aspirasi Monas, Minggu 6 April besok.

Relawan #2019GantiPresiden, Mustofa Nahrawarda mengklaim, telah mengantongi izin dari kepolisian untuk menyelenggarakan kegiatan itu.

"Semalam izin dari Polri dan Pemprov sudah selesai. Jadi sudah pasti besok dilaksanakan di Taman Monas," kata Mustofa.

Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau lokasi peringatan hari bebas kendaraan atau Car Free Day atau CFD tidak digunakan untuk kampanye politik. Pihak kepolisian mengancam akan menindak tegas bila masih ada massa yang bandel berkampanye di arena Car Free Day.

"Mengenai pergub 12/2016 tentang Car Free Day sudah dijelaskan bahwa lokasi maupun sasarannya ada di jalan tertentu sudah ada di situ. Berkaitan dengan ini, CFDhanya bisa dilaksanakan untuk seni budaya lingkungan hidup dan olahraga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP