Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok aktivitas anak-anak pengungsi Gunung Agung

Menengok aktivitas anak-anak pengungsi Gunung Agung Anak-anak pengungsi Gunung Agung. ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Aktivitas Gunung Agung yang naik turun durasinya hingga kini masih menimbulkan kecemasan bagi warga yang menempati pos pengungsian. Bahkan, sebagian dari warga yang desanya berada di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) sangat berharap gunung yang selama ini diagungkan segera mungkin meletus atau tidak sama sekali.

Menariknya, di tengah pandangan pelbagai kalangan kalau warga desa KRB I, II dan III gagap teknologi, ternyata tidaklah demikian. Bahkan untuk mengetahui perkembangan dari aktivitas Gunung Agung, mereka selalu mengandalkan pelbagai informasi lewat media sosial dan jaringan informasi web khusus dari BVMBG.

anak anak pengungsi gunung agung

Pantauan di lokasi pos pengungsian GOR Seuwecapura, justru anak-anak terlihat saling berkomunkasi dengam rekan lainnya terkait perkembangan terkini Gunung Agung. Tidak hanya itu, anak-anak ini bahkan punya grup WhatsApp dan Line komunitas Anak Gunung Agung. Berbagai cerita mereka ungkapkan tentang apa yang dirasakan di posko masing-masing.

"Iya pak lewat chat kita tahu tentang desa kami dan teman-teman yang ada di posko lain. Kita juga lihat-lihat berita online tentang Gunung Agung. Pak dari media mana? Supaya saya bisa tahu juga berita informasi Gunung Agung di berita pak," kata Narti sambil menujukkan grup Line komunitas anak Gunung Agung yang jumlahnya mencapai ratusan.

anak anak pengungsi gunung agung

Sepintas memang melihat mereka menggenggam Hand Phone seperti bermain game. Namun setelah didekati, sebagian dari anak-anak ini membuka berbagai media tentang pemberitaan dari perkembangan Gunung Agung.

Terlepas dari itu, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, Putu Widiada memaparkan untuk jumlah pengungsi yang ada khusus di GOR Suwecapura ada 254 jiwa.

"Anak-Anak jenjang Sekolah Dasar ada 98 orang. Pendidikan SMP ada 49 dan SMA 32 orang. Untuk tingkat 0-5 tahun ada 104 jiwa," kata Widiada, di Klungkung Bali, Selasa (5/12).

Sementara itu, secara keseluruhan jumlah pengungsi yang ada di Kabupaten Klungkung sebanyak 9.390 orang. Dengan rincian laki-laki 4.696 orang dan Perempuan 4.694 orang.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP