Menag sebut orang nekat korupsi karena tak punya sifat qana'ah
Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menganggap orang-orang yang terlibat tindak pidana korupsi sebagai cerminan manusia yang selalu kurang. Perasaan kurang itu yang menjadi peluang melakukan korupsi.
"Orang yang lakukan korupsi itu karena selalu ada rasa kurang, sehingga tergerak melakukan korupsi. Ia selalu merasa tidak cukup, hingga akhirnya korupsi untuk mengurangi rasa kurangnya itu," ujarnya seusai menghadiri diskusi bertajuk 'masih haramkah korupsi' di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/6).
Dia berpendapat, meski di bulan Ramadan korupsi akan terus terjadi karena perasaan kekurangan seseorang. Satu hal yang harus ditanamkan menurutnya adalah sifat qana'ah, sifat yang menerima segala hal yang dimilikinya.
Dari hal itulah, ujar Lukman, seseorang bisa terhindar dari tindak pidana korupsi.
"Qana'ah diajarkan para sufi agar merasa cukup. Sehingga hanya menikmati hak kita sendiri tanpa harus mengurangi hak orang lain," tukasnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya