Menag minta pesantren bendung penyebaran paham radikalisme

Rabu, 10 Oktober 2018 21:34 Reporter : Purnomo Edi
Menag minta pesantren bendung penyebaran paham radikalisme Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membuka acara Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu (10/10). Dalam pidatonya, dia meminta agar pondok pesantren punya kontribusi positif bagi berbagai macam masalah baik keagamaan maupun kebangsaan di Indonesia.

Lukman menerangkan saat ini kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia sedang diganggu oleh paham radikalisme. Lukman juga menyebut jika globalisasi akan membuat masyarakat Indonesia musti berhadapan dengan sejumlah paham ekstrim.

"Islam yang diajarkan kepada kita adalah wajah yang wasatiyah (moderat) yang senantiasa menjunjung tinggi nilai kebangsaan," ujar Lukman.

Dia juga meminta agar pondok pesantren punya kontribusi yang berarti kepada masyarakat. Untuk itu, kata Lukman, pemikiran-pemikiran pesantren yang selama ini menjadi tradisi keislaman sudah sepatutnya diberikan wadah berupa forum yang direncanakan dengan baik secara terstruktur dan sistematis.

"Hanya dengan berkontribusi kepada masyarakat, eksistensi pondok pesantren bisa terjaga," tutup Lukman.

Muktamar Pemikiran Santri Nusantara imi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2018 yang diprakarsai oleh Kemenag. Di muktamar ini juga akan diselenggarakan forum-forum diskusi yang akan mempresentasikan 170 paper dari pesantren, mahasiswa, akademisi, dan peneliti keislaman yang membahas fenomena keislaman kekinian dalam kaitannya dengan pesantren. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini