Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mempermasalahkan seleksi anggota Linmas Solo

Mempermasalahkan seleksi anggota Linmas Solo hansip. ©pasuruankota.go.id

Merdeka.com - Sejumlah peserta menilai proses seleksi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Solo tidak transparan. Mereka menuding seleksi yang berlangsung 27-28 Desember 2017 itu, tidak memiliki parameter kelulusan jelas.

Salah seorang peserta seleksi, Dwi Prastiwi mempertanyakan pengumuman hasil seleksi yang tidak disampaikan langsung kepada peserta. Pengumuman kelulusan tes, terang dia, hanya memuat nama, nomor peserta, alamat, ijazah terakhir, serta keterangan diterima atau tidak.

"Ada beberapa teman saya yang dinyatakan tidak lulus, tapi tanpa disertai bukti yang jelas. Ada juga yang dicoret karena tidak masuk selama beberapa hari maupun alasan lain. Ada peserta yang tidak lulus seleksi kesehatan malah diterima," ujar Dwi, Kamis (4/1).

Dwi mengemukakan, berdasarkan ketentuan panitia, materi seleksi adalah administrasi, kesehatan, kemampuan fisik, baris-berbaris, uji tertulis dan kompetensi. Tes penerimaan anggota Linmas itu diikuti 168 peserta, di mana 118 peserta di antaranya adalah personel sudah bertugas sejak 2014.

Salah satu peserta yang gagal, Haris Budi Setiawan mengaku, telah mengkonfirmasi ketidaklulusannya kepada Satpol PP selaku penyelenggara seleksi. Ia merasa kecewa, setelah mendapatkan jawaban.

"Saya tidak lulus karena dianggap tidak masuk kerja 60 hari selama 2017. Padahal selama ini tidak ada batasan maksimal ketidakhadiran dalam perjanjian kerja," ucap Haris yang juga mantan anggota Linmas sejak April 2014.

Oktarian Supriyadi, mantan anggota Linmas lain sekaligus peserta seleksi mempertanyakan ihwal sisa kuota personel Linmas baru. Dalam seleksi tersebut, Satpol PP membutuhkan 150 personel baru. Namun hasil seleksi hanya meluluskan 139 peserta.

"Yang dibutuhkan katanya 150, yang diluluskan cuma 139, lalu sisa kuotanya mau dikemanakan," tandasnya.

Atas kejadian tersebut, sejumlah peserta seleksi berencana mengadukan persoalan ini kepada wali kota Solo. Mereka berharap ada kejelasan nasib usai dinyatakan tidak lulus seleksi.

"Seharusnya kita yang pernah sudah bertugas sebagai Linmas diprioritaskan dong. Jangan disamakan dengan peserta umum, karena masa pengabdian kami selama ini juga harus dipertimbangkan," keluh Oktarian.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sutarja menepis tudingan tersebut. Ia berdalih jika semua tahap seleksi sudah sesuai prosedur.

"Kami sudah membentuk tim seleksi yang beranggotakan instansi terkait lain. Seluruh proses rekrutmen selalu dikoordinasikan bersama anggota tim. Semua sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP