Megawati Ingin Korsel dan Korut Bersatu Seperti Jerman

Senin, 26 Agustus 2019 22:57 Reporter : Merdeka
Megawati Ingin Korsel dan Korut Bersatu Seperti Jerman Megawati. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara di DMZ International Forum on the Peace Economy di Seoul, Korea Selatan, untuk. Dia berharap bisa membawa pesan perdamaian bagi Korsel maupun Korut.

Dia menyadari mengaku sering diundang ke Korsel untuk berbicara mengenai hal ini. Megawati meyakini kedua negara itu bisa bersatu layaknya jerman.

"Karena kalau kita lihat kan Jerman akhirnya bisa bersatu, yang pada waktu itu rasanya tidak mungkin," kata Megawati di Seoul, Senin (26/8).

Megawati bercerita, dirinya dikenal sebagai putri proklamator RI Soekarno di Korea yang berhubungan baik dengan pemimpin Korea terdahulu. Menurutnya, Bung Karno kenal mendiang Kim Il Sung yang merupakan kakek dari Presiden Korea Utara saat ini Kim Jong Un.

Dia juga mengaku sudah berkali-kali bertemu dan berkomunikasi dengan pemimpin kedua Korea tersebut. Dan hal yang utama adalah keinginan dari kedua belah pihak untuk menyambung hubungan kembali setelah sebelumnya terpisah.

"Dan pada kenyataannya formulasi yang saya sampaikan pada Almarhum Kim Jong Il, pada waktu itu, maupun pada Presiden Korsel saat itu Roh Mo Hyun, itu sebenarnya sudah saya lihat hubungannya mendekat. Tapi kita sendiri mengerti ada perkembangan politik tersendiri," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, melihat keinginan kuat kedua negara untuk kembali bersatu. Dan saat ini, Mega menyatakan kerap diminta membantu menyelesaikan konflik di antara dua negara. Dia meminta kedua negara tidak menyerah untuk berdamai dan bersatu.

"Saya bilang jangan menyerah. Karena apapun tidak hanya persoalan politik saja. Tapi ini masalah kekeluargaan yang dipecah sedemikian rupa akibat politik. Sehingga tentunya, saya sangat yakin mereka akan menjadi satu negara kembali," ujar Megawati.

Untuk diketahui, reunifikasi Jerman berlangsung pada 3 Oktober 1990. Ketika mantan daerah Republik Demokratis Jerman atau Jerman Timur digabungkan ke dalam Republik Federal Jerman atau Jerman Barat.

Selepas pemilihan umum bebas pertama Jerman Timur pada 18 Maret 1990, perundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat selesai dalam satu kesatuan perjanjian. Negara Jerman yang telah bersatu menjadi anggota Komunitas Eropa dan NATO.

Keberadaan Megawati di Seoul adalah dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy. Di arena itu, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini