Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Media sosial bukan untuk memecah belah bangsa, tapi merekatkan kita semua'

'Media sosial bukan untuk memecah belah bangsa, tapi merekatkan kita semua' Ilustrasi Media Sosial. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Media sosial (medsos) seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan perdamaian untuk memperkuat persatuan. Namun ada juga yang sengaja menyebarkan informasi radikal untuk memecah belah keutuhan bangsa. Masyarakat diminta waspada.

"Media sosial dan teknologi digital ini bukan untuk memecah belah bangsa Indonesia, tapi justru untuk merekatkan kita semua. Karena dengan menggunakan media sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun, dari 16 ribu pulau dan 300 suku bangsa di Indonesia dengan cepat dan murah. Bukannya justru malah memecah belah," ujar Koordinator Gerakan #BijakBersosmed Enda Nasution dalam keterangannya, Minggu (19/8).

Menurutnya, seluruh komponen bangsa harus bisa bergerak untuk dapat Memerah Putihkan media Sosial dengan pesan-pesan kebangsaan. Peringatan HUT RI harus digunakan sebagai sarana untuk merefleksikan kembali pencapaian bangsa selama 73 tahun merdeka.

"Kalau kita sendiri tidak mau bersatu dan secara geografis kita sudah terpisah oleh pulau, tentunya kita bisa terpecah belah. Ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa ini," katanya.

Pandangan-pandangan yang berbeda, menurutnya, jangan sampai terjadi gesekan. Namun yang harus selalu kita sadari bersama bahwa demi mewujudkan kedamaian maka perbedaan itu semua adalah berkah. Karena lewat perbedaan itu kita berusaha mencari solusi-solusi yang terbaik, bukan melalui perbedaan malah kita merendahkan orang lain.

"Kita harus selalu mempererat, memperkuat persatuan dan kesatuan kita dengan damai dan dengan rasa bahwa kita memang menuju ke sebuah arah yang lebih baik. Saya selalu percaya dengan adanya dunia digital, perbedaan itu menjadi berkah untuk dapat mempersatukan kita," jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, Gerakan #BijakBerSosmed sudah berupaya keras untuk menyemarakkan dunia maya dengan menggaungkan perdamaian. Dari tahun ke tahun para penggiat media sosial punya momen-momen untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI.

"Biasanya #17 setiap bulan Agustus selalu menjadi sebuah momen tersendiri untuk mengingatkan kembali bahwa kita ini semua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

Dirinya juga mewanti-wanti terhadap penggunaan media sosial yang dapat memecah belah bangsa, apalagi memasuki tahun politik, di mana kita akan menghadapi Pemilihan Presiden pada 2019 mendatang. Bisanya pesta demokrasi itu digunakan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan hoaks ataupun ucapan ujaran kebencian.

"Kita harus bisa membedakan antara pesan-pesan yang kita anggap berbahaya, menghasut orang lain untuk masuk ke dalam gerakan yang sifatnya mengancam jiwa atau dirinya sendiri, maupun orang lain. Bahkan kegiatan kekerasan-kekerasan fisik lewat media sosial juga harus diwaspadai," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP