'Masyarakat kita sudah geram dengan terorisme'
Merdeka.com - Polri mengapresiasi aksi dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan terorisme. Seperti aksi 1.000 tanda tangan dukung Polri berantas terorisme yang digagas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (20/5).
Kanit Waster Dit Pamobvit Polda Metro Jaya Kompol Netty Diana Rose mengatakan, polisi mengapresiasi kepedulian masyarakat di tengah aksi teror yang melanda Indonesia beberapa pekan terakhir.
"Masyarakat sekarang ini kan sudah enggak bodoh lagi, mana yang benar mana yang salah mana yang tidak perlu dilakukan mana yang perlu dilakukan masyarakat sekarang kan sudah pinter artinya membaca situasi saat ini juga mungkin masyarakat kita sudah geram kali ya dengan tindakan-tindakan seperti itu," kata Netty saat menjaga aksi 1.000 tanda tangan dukung Polri berantas terorisme, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/5).
Dukungan masyarakat semacam ini secara tidak langsung sebagai bagian dari upaya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena keamanan Indonesia, bukan Polri dan TNI saja yang menjaganya. Tapi masyarakat juga memiliki andil besar.
"Kita dari kepolisian sangat simpatik terhadap masyarakat menanggulangi ataupun mendukung ayo kita sama-sama memberantas teroris ini," ujarnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengimbau masyarakat tak takut menghadapi segala bentuk ancaman teror. "Jadi kita himbau kembali saya pribadi mewakili seluruh Polwan yang ada di Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat yang ada di DKI ini ayo jangan takut, kita sama-sama memberantas teroris ini karena ini adalah kejahatan yang sangat luar biasa yang betul-betul harus kita berantas. Mari kita sama-sama memberantas teroris ini," ucapnya.
Seperti diketahui, serangkaian aksi terorisme terjadi beberapa pekan terakhir. Mulai dari insiden kerusuhan napi teroris di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB hingga Kamis (10/5) dini hari. Lima anggota Polri gugur dibunuh para tahanan teroris dan satu tahanan teroris tewas ditembak petugas.
Disusul aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Tak berhenti sampai di situ, Polresta Surabaya juga menjadi sasaran aksi bom bunuh diri. Terakhir, aksi teror penyerangan di Polda Riau. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya