Markas Curanmor Bersenpi di Cikupa Terbongkar Gara-gara Kerumunan saat PSBB

Selasa, 29 Desember 2020 00:03 Reporter : Kirom
Markas Curanmor Bersenpi di Cikupa Terbongkar Gara-gara Kerumunan saat PSBB senpi milik komplotan curanmor bersenpi. ©2020 Merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Satu pelaku dari komplotan pencurian sepeda motor di Tangerang dibekuk Polisi, di rumah kontrakannya di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dari pengungkapan tersebut, Polisi mendapati 3 unit barang bukti sepeda motor curian dan satu senjata api rakitan dari pelaku Y, yang berhasil diamankan.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary mengungkapkan, pengungkapan markas komplotan pelaku pencurian sepeda motor itu, bermula dari laporan warga atas adanya perkumpulan pemuda pada salah satu rumah kontrakan di Cikupa.

Mendapati laporan itu, petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan membubarkan kerumunan pemuda, mengingat saat ini masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Selanjutnya, petugas ke lokasi dan ternyata benar ada pemuda yang sedang berkumpul. Namun saat hendak didekati petugas Polisi, penghuni kontrakan kabur," ungkap Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Senin (28/12).

Karena kecurigaannya itu, Polisi langsung melakukan pengejaran kepada para pemuda tersebut.

"Saat dikejar kita berhasil menangkap tersangka Y dan saat kita geledah, kita mendapati senjata api rakitan yang disimpannya," kata dia.

Mendapati barang bukti itu, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa rumah kontrakan yang dijadikan markas perkumpulan mereka dan didapati 3 unit sepeda motor dari tempat itu.

"Kita cek soal kendaraan itu dan ternyata motor-motor itu merupakan hasil pencurian, tidak hanya sepeda motor kita temukan juga kunci leter T," ucap Kapolres.

Dari pemeriksaan terhadap tersangka, nyatanya mereka merupakan sindikat curanmor yang memang kerap beraksi di wilayah Tangerang selama kurang lebih satu tahun. Ketiga motor itupun dicuri mereka dari berbagai wilayah di Tangerang, seperti Pasar Kemis, Cikupa dan Jatiuwung.

"Dari pengungkapan ini, kita masih terus melakukan penyelidikan karena masih ada beberapa pemuda lainnya yang kabur. Dan untuk saat ini, dua pelaku lainnya sudah berhasil kita identifikasi dan sekarang dalam proses pengejaran," jelas dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Serta, pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat 1951 tentang penguasaan kepemilikan soal senjata api dan amunisi secara ilegal atau tanpa hak dengan hukuman penjara seumur hidup. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini