Mangkir 3 Kali, Mantan Anggota Dewan Surabaya Dijemput Paksa Jaksa

Selasa, 3 September 2019 21:03 Reporter : Erwin Yohanes
Mangkir 3 Kali, Mantan Anggota Dewan Surabaya Dijemput Paksa Jaksa Mantan anggota DPRD Kota Surabaya Syaiful Aidy dijemput paksa Kejaksaan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, mantan anggota DPRD Kota Surabaya, Syaiful Aidy, akhirnya ditahan penyidik. Dia ditahan terkait tersangka kasus dugaan korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016.

Syaiful ditangkap di rumahnya pada Selasa (3/9) di kawasan Simo, sekitar pukul 11.20 WIB. Syaiful ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih dua jam di ruang pidana khusus (pidsus) Kejari Tanjung Perak.

Hingga akhirnya, pada pukul 14.15 WIB, penyidik melakukan penahanan terhadap politisi PAN tersebut dan menjebloskannya ke Rumah Tahanan (Rutan) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim untuk 20 hari ke depan.

"Penahanan ini untuk mempercepat proses hukum ke pengadilan," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, Selasa (3/9).

Lingga beralasan penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Sementara itu, Syaiful terlihat santai saat petugas mengelernya ke mobil tahanan Kejari Tanjung Perak. Sayangnya, ketika diminta tanggapan soal kasus yang menjeratnya, Syaiful memilih bungkam.

Terpisah, kuasa hukum tersangka, Bahrul Ulum Selo Pamungkas mengatakan, sejauh ini belum berencana mengajukan penangguhan penahanan. Saat ini, pihaknya memilih fokus pada sidang praperadilan yang akan digelar pekan mendatang. Diketahui, Syaiful mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas penetapan tersangka tersebut.

Permohonan praperadilan diajukan karena penyidik Kejari Tanjung Perak Surabaya dinilai telah menetapkan mereka sebagai tersangka tanpa melalui prosedur hukum yang benar. "Kami menilai ada prosedur yang dilanggar Kejaksaan. Salah satunya hingga saat ini klien kami tidak pernah menerima SPDP (Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) atas perkara itu (Jasmas)," katanya.

Sebelumnya, dalam perkara ini modus yang dilakukan tersangka adalah dengan menyetujui pengajuan proposal dari Agus Setiawan Jong (terpidana dalam perkara yang sama). Agus mengkoordinir 230 RT yang ada di Surabaya. Nilainya mencapai Rp5 miliar.

Ratusan proposal RT tersebut diminta Agus untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system. Proposal itu diajukan ke sejumlah anggota dewan, termasuk Syaiful. Mantan anggota DPRD Surabaya lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini dan sudah ditahan adalah Darmawan, Binti Rochmah dan Sugito.

"Dari total proposal yang dikoordinir Agus, ada 80 proposal yang diajukan dan disetujui SA (Syaiful Aidy). Peran tersangka bukan markup, melainkan menerima fee dari Agus atas proposal yang disetujui. Nilainya kita lihat saja nanti di persidangan," tambah Lingga.

Dalam perkara ini, Syaiful dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), jo UU Nomor 21 tentang perubahan atas Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

"Total ada enam anggota dewan yang mendapat pengajuan proposal dari Agus. Saat ini baru empat mantan anggota dewan yang kami tahan. Untuk yang lain kami akan lakukan upaya jemput paksa karena dipanggil tiga kali tidak hadir," pungkas Lingga. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini